Pesawat yang terparkir di Bandara Ahmad Yani Semarang (ANTARA/I.C. Senjaya)
11 Penerbangan Bandara Ahmad Yani Semarang Batal Dampak Erupsi Anak Krakatau
Lukman Diah Sari • 6 September 2026 13:16
Semarang: Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, membatalkan 11 penerbangan dari dan menuju berbagai daerah pada Minggu, 6 September 2026 menyusul dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. General Manager Bandara Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengungkapkan bahwa belasan penerbangan yang dibatalkan tersebut tercatat berdasarkan data operasional per pukul 10.00 WIB.
"Penerbangan yang dibatalkan terdiri atas enam keberangkatan dan lima kedatangan," ujar Sulistyo di Semarang, Minggu, 6 September 2026, melansir Antara.
Sementara itu, lima penerbangan kedatangan yang dibatalkan mencakup tiga pesawat dari Jakarta, serta masing-masing satu pesawat dari Banjarmasin dan Karimunjawa.
Penundaan Jadwal Penerbangan
Selain membatalkan 11 penerbangan tersebut, Sulistyo menyebutkan bahwa pihak pengelola bandara juga mencatat adanya dua penerbangan yang mengalami penundaan jadwal (delay). Penundaan ini melibatkan rute penerbangan dari Semarang menuju Pangkalan Bun dan sebaliknya."Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat situasi darurat ini," ucapnya.
Pihak manajemen bandara mengimbau seluruh pengguna jasa untuk secara rutin mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum memutuskan berangkat ke bandara.
(1).jpg)
Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik yang diduga sampai ke Kota Bandarlampung. Minggu (6/9/2026). ANTARA/HO-Tangkapan layar
Guna mengantisipasi perkembangan situasi, Bandara Ahmad Yani terus memantau pergerakan erupsi Gunung Anak Krakatau. Koordinasi intensif juga dilakukan secara berkala dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Perum LPPNPI (AirNav Indonesia).
Langkah kolaboratif tersebut ditempuh untuk memantau kondisi cuaca aktual, potensi sebaran abu vulkanik, serta dampaknya terhadap ruang udara dan keselamatan penerbangan.
"Keselamatan penerbangan dan optimalisasi layanan merupakan prioritas utama kami," ujar Sulistyo.