Presiden Prabowo Subianto pidato di Eastern Economic Forum (EEF) di Rusia. Foto: BPMI Setpres
Presiden Prabowo: Perbedaan Ekonomi Jadi Modal Perdagangan Indonesia-Rusia
Muhammad Reyhansyah • 3 September 2026 20:05
Vladivostok: Presiden Prabowo Subianto menilai perbedaan kekuatan ekonomi Indonesia dan Rusia justru menjadi modal untuk memperkuat perdagangan kedua negara.
Menurut Prabowo, Rusia memiliki sejumlah komoditas dan keunggulan yang dibutuhkan Indonesia, mulai dari gandum, pupuk, energi, sains, hingga advanced engineering.
Di sisi lain, Indonesia memiliki sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, barang konsumsi, serta tenaga kerja muda.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato pembukaan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026.
"Ekonomi Indonesia dan Rusia tidaklah sama. Justru karena itulah keduanya dapat saling melengkapi dan bekerja sama," ujar Prabowo.
Menurut dia, perbedaan keunggulan tersebut menciptakan peluang bagi masing-masing negara untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain melalui perdagangan.
"Kekuatan satu pihak dapat menjawab kebutuhan pihak lainnya. Inilah dasar bagi perdagangan yang adil dan berkelanjutan," katanya.
Prabowo mengatakan hubungan perdagangan kedua negara telah menunjukkan perkembangan positif. Nilai perdagangan Indonesia dan Rusia pada 2025, kata dia, mendekati USD5 miliar, meningkat 21,7 persen dibandingkan 2024 dan 33,7 persen dibandingkan 2023.
Atas perkembangan tersebut, Prabowo mendorong kedua negara menetapkan target yang lebih besar. Dia ingin perdagangan Indonesia-Rusia dapat berlipat ganda pada periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (I-EAEU FTA).
Dari Perdagangan ke Produksi Bersama
Prabowo mengatakan peluang kerja sama tidak berhenti pada perdagangan komoditas. Menurut dia, perbedaan kekuatan ekonomi kedua negara juga dapat dimanfaatkan untuk membangun kegiatan produksi bersama."Datanglah ke Indonesia, bekerja bersama kami, berproduksilah bersama kami, mari kita membangun industri bersama dan menciptakan nilai bersama," ujar Prabowo.
Dia menyebut sejumlah sektor yang dapat dikembangkan melalui kerja sama tersebut, termasuk hilirisasi, pangan, produk rumah tangga, pakaian, furnitur, farmasi, serta elektronik konsumen.
Prabowo menilai produksi bersama dapat memberikan manfaat yang lebih luas karena Indonesia memiliki akses ke pasar ASEAN dan kawasan Indo-Pasifik.
Dia menyebut Indonesia sebagai pasar terbesar di ASEAN sekaligus hub Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Dengan sekitar 680 juta penduduk, ASEAN menurut Prabowo merupakan pasar yang dapat menjadi tujuan lanjutan bagi produk yang dikembangkan melalui kerja sama Indonesia dan Rusia.
"Untuk bisnis Eurasia, Indonesia adalah pintu masuk alami menuju ASEAN," kata Prabowo.
Prabowo berharap penguatan hubungan perdagangan dan investasi tersebut dapat mengubah keunggulan masing-masing negara menjadi kerja sama ekonomi yang lebih konkret, sekaligus memperluas manfaat hubungan Indonesia-Rusia ke pasar kawasan.