Miniatur buatan pebisnis miniatur kereta, Yusril. Foto: Dok. Pribadi.
Geliat Kereta Api Nasional Dorong Bisnis Miniatur Semakin Merekah
Metro TV • 22 September 2026 20:41
Jakarta: Perkembangan perkeretaapian di Indonesia tidak hanya dinikmati oleh penumpang semata. Jauh dari rel, kereta terus membawa manfaat berupa pundi-pundi rupiah yang turut dirasakan oleh pebisnis miniatur kereta.
Yusril, pemuda asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi salah satu sosok di balik gencarnya bisnis miniatur kereta di dalam negeri. Menurutnya, kemunculan berbagai jenis gerbong dan lokomotif dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi alasan kenapa bisnisnya terus subur.
Baca Juga :
“Perkeretaapian juga kan terus berkembang dari segi gerbongnya itu lebih banyak macamnya. Livery-nya juga sekarang lebih banyak macamnya, apalagi sekarang banyak livery-livery yang jadul diaplikasikan ke lokomotif-lokomotif sekarang atau dipakai ke zaman sekarang ini,” kata Yusril kepada Metrotvnews.com, Selasa, 22 September 2026.
Bagi Yusril, hal tersebut menjadi kesempatannya untuk juga memproduksi miniatur jenis baru yang dapat dijual untuk menjadi koleksi bagi para pecinta kereta atau akrab disebut railfans.
“Itu kan kita juga bisa mengaplikasikan ke miniatur, untuk menambah-nambah koleksi teman-teman kan bisa juga,” kata Yusril.
Pria berusia 29 tahun itu terhitung tujuh tahun menggeluti bisnis miniatur kereta. Sampai saat ini, Yusril memproduksi sebagian miniatur keretanya dengan berbekal desain yang dia buat secara digital. Desain tersebut yang nantinya dicetak dengan mesin 3D print pada bahan akrilik.
“Pertama kita memang membuat desain dari CorelDraw atau dari AutoCAD untuk membuat potongan-potongan miniatur. Kemudian kita menggunakan bahan akrilik untuk bahan, untuk atap menggunakan PVC,” kata Yusril.
Setelah mencetak sendiri beberapa bagian miniatur, Yusril masih harus mengimpor beberapa bagian yang tidak dapat diproduksi sendiri. Misalnya seperti mesin sampai dinamo untuk membuat miniatur dapat bergerak.

Miniatur buatan pebisnis miniatur kereta, Yusril. Foto: Dok. Pribadi.
Miniatur kereta di toko Yusril ini dipatok mulai harga Rp380 ribu sampai Rp3 juta. Adapun perbedaan harga tergantung pada bahan yang digunakan hingga tingkat presisi miniatur.
“Pertama dari kualitas material yang kita gunakan dan kepresisian serta detailnya. Mungkin kalau murah itu yang saya sebutkan tadi itu lebih ke handmade dari PVC atau mungkin dari papercraft,” papar Yusril.
Tidak main-main, miniatur buatannya itu kini telah merambah ke pasar luar negeri. Mulai dari Negeri Jiran, Malaysia sampai di Negeri Sakura, Jepang.
“Tahun ini ke Jepang saya mengirim dua kali dan baru kemarin sudah ngirim ke Malaysia juga sih,” kata Yusril.
Dalam sebulan dia bisa menjual kurang lebih 20 hingga 30 unit miniatur gerbong. Dari jumlah unit terjual, setidaknya Yusril bisa mengantongi omzet sampai Rp25 juta.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)