Kereta Cepat Whoosh. (KCIC)
12 Kereta Cepat Terkenal di Dunia, dari Shinkansen hingga Whoosh
Muhammad Reyhansyah • 21 September 2026 13:11
Jakarta: Kereta cepat kini menjadi bagian dari sistem transportasi di berbagai negara, mulai dari Jepang, Tiongkok, dan sejumlah negara Eropa hingga Amerika Serikat, Maroko, Korea Selatan, dan Indonesia.
Mengutip laporan Condé Nast Traveller, yang mengutip data International Union of Railways (UIC), terdapat sekitar 56.000 kilometer jalur kereta cepat yang beroperasi di dunia.
Jalur tersebut dirancang untuk menangani kereta dengan kecepatan setidaknya 250 kilometer per jam. Lebih dari 3 miliar orang menggunakan kereta cepat setiap tahun.
Sejumlah kereta cepat memiliki kecepatan operasi hingga 300 kilometer per jam atau lebih. Berikut beberapa di antaranya:
1. Shinkansen – Jepang
Shinkansen menjadi salah satu kereta cepat yang paling dikenal di dunia. Layanan ini pertama kali beroperasi pada 1964, menjelang Olimpiade Tokyo, dengan jalur Tokaido Shinkansen yang menghubungkan Tokyo, Yokohama, Nagoya, dan Osaka.
Sejak saat itu, jaringan Shinkansen terus berkembang. Kereta ini dapat melaju hingga 320 kilometer per jam, sementara layanan pada jalur Tokaido tetap menjadi salah satu rute tersibuk di Jepang dengan lebih dari 160 juta penumpang per tahun.
Pada jam sibuk, kereta di jalur tersebut bahkan dapat berangkat dengan jarak sekitar tiga menit. Penumpang juga dapat memilih kelas Gran Class untuk perjalanan jarak jauh, yang menawarkan kursi lebih luas dan layanan premium.

2. Shanghai Maglev – Tiongkok
Tiongkok memiliki salah satu kereta cepat yang menggunakan teknologi berbeda dari kebanyakan kereta lainnya, yakni Shanghai Maglev. Kereta ini memanfaatkan teknologi levitasi magnetik sehingga tidak berjalan dengan sistem roda dan rel konvensional seperti kereta cepat pada umumnya.
Shanghai Maglev menghubungkan Bandara Internasional Pudong Shanghai dengan Stasiun Longyang Road. Perjalanan tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar delapan menit.
Kereta ini memiliki kecepatan operasional maksimum hingga 431 kilometer per jam. Namun, pada 2026, kecepatan jelajah maksimum yang digunakan dalam layanan tersebut adalah sekitar 300 kilometer per jam.
3. Eurostar – Eropa
Eurostar merupakan layanan kereta cepat yang menghubungkan sejumlah negara Eropa. Layanan ini mulai beroperasi antara London dan Paris pada 1994, setelah pembangunan Terowongan Channel yang menghubungkan Inggris dengan daratan Eropa.
Eurostar memiliki kecepatan operasional maksimum sekitar 300 kilometer per jam. Saat ini, layanan tersebut mencakup lima negara, yakni Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, dan Swiss.
Keberadaan Eurostar memungkinkan perjalanan internasional antarkota dengan kereta tanpa harus menggunakan pesawat. Salah satu keunggulannya adalah stasiun keberangkatan dan kedatangan yang berada di pusat kota.
4. CR400AF Fuxing – Tiongkok
Selain Shanghai Maglev, Tiongkok memiliki kereta cepat listrik CR400AF Fuxing. Kereta ini dapat mencapai kecepatan maksimum 420 kilometer per jam, tetapi dalam layanan saat ini beroperasi hingga 350 kilometer per jam.
CR400AF memiliki sejumlah varian dengan konfigurasi berbeda. Salah satunya adalah CR400AF-AE yang memiliki 16 gerbong dan digunakan untuk layanan perjalanan jarak jauh, termasuk rute Beijing–Shanghai dan Beijing–Hong Kong.
Varian CR400AF-Z juga digunakan dalam sebagian besar jaringan kereta cepat Tiongkok.

5. ICE 3 – Jerman
Jerman memiliki ICE 3, salah satu kereta cepat yang menjadi bagian penting dari jaringan perkeretaapian jarak jauh negara tersebut.
Kereta ini diperkenalkan pada 2000 dan dirancang untuk menghubungkan berbagai kota dengan kecepatan yang mendekati perjalanan udara. Dalam layanan reguler di jalur berkecepatan tinggi yang sesuai, ICE 3 dapat melaju sekitar 330 kilometer per jam.
ICE 3 menggunakan sistem penggerak yang tersebar di sepanjang rangkaian kereta. Desain tersebut membantu kereta mempertahankan kecepatannya ketika melintasi jaringan rel Jerman.
6. TGV – Prancis
Prancis memiliki Train à Grande Vitesse atau TGV, salah satu nama yang telah lama identik dengan kereta cepat.
TGV mulai beroperasi pada 1981 dan mengubah perjalanan antarkota di Prancis. Kereta tersebut menghubungkan Paris dengan sejumlah kota besar seperti Lyon, Marseille, Bordeaux, dan Lille.
Pada sejumlah jalur dan rute, TGV dapat melaju sekitar 320 kilometer per jam. Jaringan TGV juga tidak hanya melayani perjalanan domestik karena layanan internasionalnya menjangkau sejumlah negara tetangga Prancis.
7. Al Boraq – Maroko
Kereta cepat juga hadir di Afrika melalui Al Boraq milik Maroko. Layanan ini mulai beroperasi pada 2018 dan menghubungkan Tangier dengan Casablanca.
Perjalanan antara kedua kota tersebut dapat ditempuh sekitar dua jam. Kehadiran Al Boraq menjadikan perjalanan kereta berkecepatan tinggi sebagai salah satu pilihan transportasi untuk perjalanan antarkota di Maroko.
Nama Al Boraq sendiri merujuk pada makhluk bersayap dalam tradisi Islam yang dikisahkan membawa Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra.
8. Acela – Amerika Serikat
Amerika Serikat juga memiliki layanan kereta cepat melalui Acela, yang menghubungkan sejumlah kota besar di kawasan timur laut, termasuk Boston dan Washington, DC.
Generasi terbaru Acela diperkenalkan pada 2025. Kereta tersebut mampu mencapai 320 kilometer per jam pada bagian tertentu dari jalur yang telah ditingkatkan.
Namun, kecepatan operasi keseluruhan Acela lebih rendah karena kondisi infrastruktur pada koridor yang dilaluinya berbeda-beda. Kereta generasi terbaru ini dibuat oleh Alstom dan memiliki akselerasi lebih cepat serta interior yang lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya.

9. Frecciarossa 1000 – Italia
Italia memiliki Frecciarossa 1000, yang menghubungkan sejumlah kota besar mulai dari Turin dan Milan hingga Bologna, Florence, Roma, dan Napoli.
Kereta ini dirancang untuk perjalanan berkecepatan tinggi sekaligus perjalanan internasional. Layanannya dapat meluas keluar Italia menuju negara seperti Prancis dan Spanyol.
Dengan jaringan tersebut, Frecciarossa 1000 menjadi salah satu kereta yang menunjukkan bagaimana layanan kereta cepat Eropa dapat melintasi batas negara.
10. KTX-Cheongryong – Korea Selatan
Korea Selatan memiliki KTX-Cheongryong, salah satu tambahan terbaru dalam jaringan kereta cepat negara tersebut.
Kereta ini dapat melaju sekitar 320 kilometer per jam. Salah satu teknologi yang digunakan adalah sistem penggerak terdistribusi, dengan motor ditempatkan di berbagai bagian rangkaian kereta, bukan hanya pada gerbong khusus di bagian tertentu.
Sistem tersebut membuat KTX-Cheongryong mampu berakselerasi dengan cepat. Teknologi itu digunakan untuk membantu memangkas waktu perjalanan di jaringan kereta cepat Korea Selatan.
11. AVE S-103 – Spanyol
Spanyol memiliki AVE S-103, salah satu kereta yang beroperasi di jaringan kereta cepat negara tersebut.
Kereta ini menghubungkan sejumlah kota besar seperti Madrid, Barcelona, Zaragoza, dan Tarragona. AVE S-103 menjadi salah satu bagian dari jaringan kereta berkecepatan tinggi Spanyol yang memungkinkan perjalanan antarkota dengan waktu tempuh lebih singkat.

12. Whoosh – Indonesia
Indonesia juga telah memiliki layanan kereta cepat melalui Whoosh, yang menghubungkan Jakarta dan Bandung.
Whoosh resmi beroperasi pada 2 Oktober 2023 dan menjadi kereta cepat pertama di Indonesia serta Asia Tenggara. Kereta ini beroperasi dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam di jalur sepanjang sekitar 142,3 kilometer.
Perjalanan Jakarta–Bandung dapat ditempuh sekitar 45 menit. Jalurnya memiliki empat stasiun penumpang, yakni Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar.
Dengan hadirnya Whoosh, Indonesia bergabung dengan negara-negara yang telah mengoperasikan kereta cepat untuk perjalanan antarkota. Whoosh juga memiliki kecepatan operasi hingga 350 kilometer per jam, berada pada level yang sama dengan kecepatan operasi CR400AF Fuxing yang dicatat Condé Nast Traveller dalam layanan saat ini.
Baca juga: Dari Shinkansen hingga Kereta Alpen, Menjelajahi Kereta di 3 Negara