Kementerian Pekerjaan Umum mendistribusikan air bersih untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, NTT. (ANTARA/HO - Kementerian PU)
Kementerian PU Salurkan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Gempa di Sikka
Achmad Zulfikar Fazli • 23 August 2026 23:50
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan air bersih bagi korban gempa di dua lokasi yakni Desa Baopaat, Kecamatan Lela, dan Gelora Samador di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menjadi lokasi pengungsian terpusat masing-masing 6 ribu liter. Pemenuhan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama yang harus dipastikan ketersediaannya bagi masyarakat terdampak bencana, terutama mereka yang di lokasi pengungsian.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan Kementerian PU mengirimkan satu mobil tangki air (MTA) dengan kapasitas 6 ribu liter ke Desa Baopaat untuk memenuhi kebutuhan air bersih 48 kepala keluarga atau sebanyak 192 jiwa. Selain itu, satu MTA lainnya dengan kapasitas sama diberangkatkan ke Gelora Samador untuk memberikan layanan air bersih bagi 358 kepala keluarga atau 1.305 jiwa.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus kita pastikan tersedia, terutama bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana dan masih berada di pengungsian. Kementerian PU akan terus mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, dilansir dari Antara, Minggu, 23 Agustus 2026.

Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat dukungan penyediaan air minum dan sanitasi bagi 2.623 masyarakat terdampak gempa bumi yang saat ini mengungsi di dua posko pengungsian terpusat di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT. Dok. Antara
Baca Juga :
BNPB Catat 3.721 Kasus ISPA Pascagempa NTT
Kementerian PU terus berkoordinasi dan memantau kebutuhan di lapangan untuk memastikan dukungan infrastruktur dasar dapat diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak. Melalui dukungan tersebut, Kementerian PU berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat terdampak gempa NTT dan mendukung percepatan pemulihan kondisi di wilayah terdampak.