Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Penuhi Syarat Teheran

Selat Hormuz jadi perairan penting dalam rute perdagangan minyak. Foto: Anadolu

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Penuhi Syarat Teheran

Fajar Nugraha • 16 July 2026 15:43

Teheran: Pemerintah Iran menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat memenuhi syarat yang diajukan Teheran untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 16 Juli 2026, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Juru bicara Angkatan Darat Iran Mohammad Akrami-Nia, sebagaimana dikutip Mehr News Agency mengatakan, pengendalian Selat Hormuz harus berada di bawah otoritas Iran sebelum jalur tersebut dibuka kembali.

Ia juga menegaskan Amerika Serikat harus mematuhi ketentuan dalam kesepakatan kerangka perdamaian yang disepakati bulan lalu.

"Ia mengatakan Washington harus mematuhi syarat-syarat dalam kesepakatan kerangka perdamaian bulan lalu, menghentikan tindakan yang dianggap bermusuhan, dan menerima aturan Iran terkait pengelolaan Selat Hormuz," demikian pernyataan Akrami-Nia kepada Mehr, dikutip dari Anadolu Agency, Kamis, 16 Juli 2026.

Akrami-Nia menambahkan aksi militer Amerika Serikat tidak akan memaksa Iran membuka kembali Selat Hormuz. Menurutnya, keputusan tersebut tetap bergantung pada dipenuhinya tuntutan yang diajukan Teheran.

Pernyataan itu disampaikan setelah gelombang ledakan baru dilaporkan terjadi di sejumlah kota di Iran. Pada saat yang sama, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan serangan tambahan ke wilayah Iran.

CENTCOM menyatakan serangan tersebut menyasar kemampuan militer Iran yang dinilai terkait dengan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan dan distribusi energi paling penting di dunia.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Di tengah adanya kesepakatan kerangka yang dimediasi Pakistan untuk menuju penyelesaian jangka panjang, kedua negara masih saling melancarkan serangan, dengan Amerika Serikat menyerang Iran dan Teheran membalas melalui serangan terhadap pangkalan militer AS di kawasan.

(Keysa Qanita)

(Fajar Nugraha)