Apa Itu Gunung Pickaxe? Situs Iran yang Ingin Diserang Trump

Ilustrasi fasilitas nuklir di gunung Pickaxe Iran. (CSIS)

Apa Itu Gunung Pickaxe? Situs Iran yang Ingin Diserang Trump

Riza Aslam Khaeron • 22 July 2026 14:06

Jakarta: Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Padahal, kedua belah pihak meneken Nota Kesepahaman (MoU) gencatan senjata.
 
Memasuki malam ke-11 serangan militer AS ke wilayah Iran, Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa militer AS akan menargetkan kawasan Gunung Pickaxe yang diduga menjadi lokasi situs militer Iran.

"Kami kemungkinan akan menyerang area tersebut dalam waktu dekat, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghentikannya," kata Trump di Oval Office seusai pertemuan dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun.

Ini bukan kali pertama Trump menyatakan niatnya untuk menyerang lokasi tersebut. Sepekan lalu, ia juga menyampaikan pesan yang sama.

"Kami akan menghancurkan Gunung Pickaxe. Beritahu pihak Iran untuk bersiap-siap," ujar Trump dalam wawancara dengan The Hugh Hewitt Show.

Sejauh ini, informasi mengenai Gunung Pickaxe masih sangat terbatas. Saat mengancam akan membom situs tersebut awal bulan ini, Trump mengakui bahwa pihak intelijen belum melihat adanya aktivitas mencolok di lokasi tersebut, namun tetap menganggapnya sebagai target potensial.

Berikut hal-hal yang perlu diketahui mengenai Gunung Pickaxe.

Apa Itu Gunung Pickaxe?


Ilustrasi citra satelit Gunung Pickaxe dan fasilitas nuklir Natanz. (Anadolu)

Gunung Pickaxe, yang dikenal oleh masyarakat lokal sebagai Kuh-e Kolang Gaz La, merupakan bagian dari Pegunungan Zagros di Provinsi Isfahan, Iran. Lokasinya berjarak sekitar 1,5 kilometer di selatan kompleks nuklir Natanz, fasilitas yang sebelumnya pernah dibom oleh AS dan Israel pada Maret lalu serta dalam konflik Juni 2025.

Mengutip The New York Times (NYT), para ahli menyebut proyek di situs tersebut telah dibangun sejak 2020 tetapi hingga kini belum beroperasi penuh. Pejabat Iran menyatakan bahwa Gunung Pickaxe direncanakan menjadi fasilitas pembuat sentrifugal, menggantikan pabrik di Natanz yang hancur akibat aksi sabotase yang dituduhkan kepada Israel pada tahun 2020.

Sentrifugal sendiri merupakan mesin berkecepatan tinggi yang digunakan untuk memutar uranium guna memperkayanya menjadi bahan bakar nuklir. Uranium perlu diperkaya untuk menciptakan senjata nuklir.

Pemerintah Iran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya murni untuk tujuan damai. Namun, Iran belum memberikan akses kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir PBB, untuk memeriksa lokasi di Gunung Pickaxe.

"Kami bertanya kepada mereka, untuk apa fasilitas ini? Mereka menjawab 'itu bukan urusan kalian'," ujar Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi kepada wartawan pada April 2025.
 
Baca Juga:
Marco Rubio Sebut AS Tetap Terbuka pada Solusi Diplomatik dengan Iran
 

Kenapa Gunung Pickaxe Ditargetkan?

Mengutip NYT, citra satelit menunjukkan bahwa aktivitas konstruksi terus berlanjut setelah pengeboman Juni 2025. Sebuah dinding pengaman baru-baru ini dibangun mengelilingi perimeter fasilitas, dan beberapa jalur masuk tampak diperkuat untuk mengantisipasi serangan udara.

Trump tampaknya semakin yakin untuk menyerang gunung ini setelah laporan intelijen Israel.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal (WSJ) pada Senin, 20 Juli 2026 yang mengutip pejabat AS dan Israel, Iran dilaporkan telah memindahkan ribuan mesin sentrifugal nuklir ke dalam Gunung Pickaxe. Fasilitas tersebut disebut ditanam jauh di bawah tanah sehingga sulit dijangkau oleh serangan udara konvensional.

Meskipun tujuan akhir dari operasi militer AS di bawah kepemimpinan Trump cukup ambigu. Trump terus berdalih ingin mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

"Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ini sangat jelas, dan mereka tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk itu," tegas Trump seperti dikutip dari Sky News.

(Riza Aslam Khaeron)