Pemerintah Percepat Penerimaan MBG di Pesantren

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Foto: ANTARA/Cahya Sari.

Pemerintah Percepat Penerimaan MBG di Pesantren

Siti Yona Hukmana • 3 April 2026 12:24

Jakarta: Pemerintah terus melakukan percepatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencapai target 82,9 juta penerima hingga akhir tahun 2026. Khusunya, santri di pondok pesantren yang hingga saat ini tercatat penerimaan MBG masih 10 persen.

"Kalau yang sekolah umum sudah hampir 80 persen, sedangkan pondok ini kira-kira baru 10 persen. Jadi, ini soal pendataan, padahal pondok ini kita sudah 2-3 kali rapat (terkait MBG), karena memang kami concern (perhatikan) betul. Pondok ini perlu kita perhatikan, karena mereka paling memerlukan, santri-santri di situ perlu makanan yang bergizi," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 3 April 2026.

Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Zulhas tersebut menyatakan pemerintah terus melakukan percepatan distribusi MBG ke pesantren. Sekaligus, memberikan jalur khusus bagi pesantren maupun sekolah-sekolah yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag) langsung ke Badan Gizi Nasional (BGN).

"Pondok sekarang punya jalur khusus, kita akan percepat, karena pondok tadi baru 10 persen, ini juga soal pendataan, jadi kita akan sempurnakan, termasuk untuk sekolah-sekolah madrasah, ada tsanawiyah, aliyah, semua sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag," ujar Zulhas.

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) dalam rapat koordinasi terbatas terkait percepatan perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, Kamis (2/4/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

2.162 dapur MBG ditutup sementara

Zulhas mengatakan hingga 30 Maret 2026, penyaluran MBG sudah berada di 38 provinsi, dengan mencapai 61.680.043 penerima manfaat. MBG itu disalurkan dari 26.066 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi.

Namun, dari puluhan ribu SPPG itu, ada 2.162 di antaranya ditutup sementara. Hal ini dilakukan untuk memastikan langkah percepatan untuk menyempurnakan implementasi dan efektivitas program MBG, utamanya terkait SPPG.

"Dengan 2.162 diantaranya ditutup sementara, yang di-suspend (ditangguhkan) 1.789 dapur, dikenakan SP1 368 (dapur), SP2 lima (dapur), sehingga totalnya 2.162 (dapur),” kata Zulhas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)