Pemerintah Provinsi Malut salurkan bantuan mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan keluarga, serta dukungan logistik untuk memastikan masyarakat tetap terlindungi dan kebutuhan hariannya terpenuhi, Kamis (2/4/2026). ANTARA/Abdul Fatah
Bantuan Mengalir ke Warga Terdampak Gempa Malut
Lukman Diah Sari • 2 April 2026 22:30
Ternate: Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) menyalurkan bantuan logistik ke wilayah terdampak gempa magnitudo (M) 7,6 di Pulau Batang Dua, Kota Ternate. Bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya di wilayah Batang Dua.
"Pemerintah memastikan seluruh masyarakat terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan. Kami dan Pemkot Ternate akan terus mendampingi sampai kondisi benar-benar pulih," ujar Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda di Ternate, Kamis, 2 April 2026, melansir Antara.
Pemprov Maluku Utara juga memastikan penanganan darurat dilakukan secara terpadu dengan fokus pada keselamatan warga, pendataan dampak, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Kerusakan akibat Gempa 7,6 Magnitudo di Sulut-Malut. Foto Istimewa
Berdasarkan laporan sementara BPBD Maluku Utara hingga pukul 13.00 WIT, kerusakan terpantau di sejumlah wilayah. Yakni di Kota Ternate, khususnya Kecamatan Batang Dua, tercatat lima unit rumah rusak berat dan 18 unit rusak ringan. Selain itu, rumah ibadah yang terdampak meliputi empat gereja rusak ringan, satu rusak sedang, dan dua rusak berat.
Sementara itu, di Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan dilaporkan terjadi kerusakan ringan hingga sedang serta evakuasi warga sebagai langkah antisipasi.
Gempa terjadi pukul 05.48 WIB dengan kedalaman 33 kilometer dan sempat memicu peringatan dini tsunami. Namun, status tersebut telah berakhir sehingga masyarakat diimbau tetap tenang dengan tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
"Kita mungkin diguncang, tetapi kita tidak sendiri. Dengan kebersamaan, kita akan mampu melewati situasi ini dan bangkit kembali," ujar Sherly.