Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu
Alasan AS Tarik Keanggotaan dari 66 Organisasi Internasional
Fajar Nugraha • 8 January 2026 19:05
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Rabu, 7 Januari, resmi menandatangani proklamasi penarikan diri AS dari 35 organisasi non-Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan 31 entitas di bawah naungan PBB. Gedung Putih mengatakan langkah ini diambil karena organisasi-organisasi tersebut dinilai bertentangan dengan kepentingan nasional AS.
Sejumlah badan yang terdampak antara lain Global Counterterrorism Forum, International Energy Forum, UN Peacebuilding Fund, dan UN International Trade Centre. Pemerintah AS menuding organisasi-organisasi tersebut mempromosikan kebijakan iklim radikal, tata kelola global, serta program ideologis yang berbenturan dengan kedaulatan dan kekuatan ekonomi Amerika Serikat.
“Keputusan ini merupakan hasil tinjauan menyeluruh terhadap seluruh organisasi, konvensi, dan perjanjian internasional yang diikuti AS,” ujar pernyataan Gedung Putih, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis 8 Januari 2026.
“Penarikan ini bertujuan menghentikan penggunaan dana pajak warga Amerika untuk entitas yang dianggap lebih mengutamakan agenda globalis daripada prioritas nasional,” ungkap pernyataan itu.
"Dana pajak warga AS akan dialokasikan ke cara lain yang lebih efektif untuk mendukung misi-misi yang relevan daripada mendanai entitas yang tidak efisien," tulis pernyataan resmi Gedung Putih itu.
Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum merinci lebih lanjut teknis pemutusan hubungan tersebut.
Langkah drastis ini memperpanjang daftar kebijakan luar negeri Trump sejak memulai masa jabatan keduanya tahun lalu. Sebelumnya, Trump telah memangkas pendanaan untuk PBB, menghentikan keterlibatan dalam Dewan HAM PBB, menghentikan bantuan untuk UNRWA (lembaga bantuan Palestina), serta keluar dari UNESCO.
Selain penarikan massal ini, Presiden Trump juga telah mengumumkan rencana untuk meninggalkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Perjanjian Iklim Paris.
(Kelvin Yurcel)