Perairan Bali Diprediksi Dilanda Gelombang Tinggi 9–12 Januari

Arsip foto - Warga menikmati suasana pesisir saat ombak keras di Pantai Pabean, Gianyar, Bali, Minggu, 4 Januari 2026. ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Perairan Bali Diprediksi Dilanda Gelombang Tinggi 9–12 Januari

Silvana Febiari • 8 January 2026 20:27

Denpasar: Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menerbitkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan Bali. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai hingga 4 meter pada 9–12 Januari 2026.

"Pola angin di perairan selatan Bali bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan hingga 30 knot," kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho, dikutip dari Antara, Kamis, 8 Januari 2026.

Adapun perairan yang gelombang tinggi diperkirakan hingga empat meter itu yakni Selat Bali bagian selatan, perairan selatan Bali dan Selat Lombok bagian selatan. Berdasarkan analisis kondisi sinoptik, pola angin di perairan utara Bali juga tergolong kencang yakni diperkirakan hingga 30 knot atau sekitar 55 kilometer per jam yang bergerak dari barat daya-barat laut.
 


Kemudian perairan utara Bali, Selat Badung dan Selat Lombok bagian utara diperkirakan memiliki ketinggian gelombang laut hingga 2,5 meter. Sebagai gambaran, Selat Bali adalah jalur penyeberangan Bali-Jawa dan Selat Lombok adalah penyeberangan Bali-Lombok.

Selat Badung merupakan jalur yang dilalui nelayan, wisatawan, dan jalur penyeberangan dari Bali daratan. Salah satunya menghubungkan Kota Denpasar dengan destinasi wisata Pulau Nusa Penida di Kabupaten Klungkung.

Selain itu, Selat Badung juga merupakan jalur pelayaran yang menghubungkan Denpasar dengan kota-kota di Indonesia bagian timur. Sedangkan perairan selatan Bali merupakan jalur kapal perikanan tangkap


Ilustrasi - Sebagian pedestrian di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, ambles akibat diterjang ombak tinggi, Kamis, 1 Januari 2026. ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna


Menurut BMKG, kondisi angin dan gelombang laut berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Pengguna perahu nelayan diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot atau sekitar 27 kilometer per jam dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Kemudian, operator kapal tongkang diimbau waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Sedangkan operator kapal feri diminta mewaspadai kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Masyarakat dapat membarui informasi cuaca pada laman bbmkg3.bmkg.go.id atau cuaca maritim pada lama maritim.bmkg. go.id. Informasi cuaca juga dapat diamati dari media sosial di antaranya Instagram @bmkgbali atau melalui aplikasi @infoBMKG.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)