Hujan Deras, Jembatan Vital Penghubung Dua Kecamatan di Kulon Progo Putus

Jembatan penghubung Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo-Desa Donomulyo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) putus. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Hujan Deras, Jembatan Vital Penghubung Dua Kecamatan di Kulon Progo Putus

Ahmad Mustaqim • 12 January 2026 11:32

Kulon Progo: Jembatan penghubung Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, dengan Desa Donomulyo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), putus akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas warga setempat.

“Ini termasuk jembatan yang vital untuk mobilitas warga di Kalurahan Donomulyo untuk Pedukuhan Donomerto dan yang sebelah sini adalah dari Kalurahan Banguncipto di Pedukuhan Bantarejo,” kata Camat Nanggulan Sri Wahyuniarto saat ditemui di lokasi, Senin, 12 Januari 2026.

Rusaknya jembatan terjadi setelah hujan mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam pada Minggu, 11 Januari 2026. Pihak kecamatan telah melaporkan kejadian itu kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk penanganan lebih lanjut.

Jembatan penghubung Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo-Desa Donomulyo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) putus. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Sri Wahyuniarto menyebut lokasi jembatan berada di sekitar area proyek tol Yogyakarta–Kulon Progo (YIA), sehingga pembangunan jembatan permanen ke depan perlu mempertimbangkan rencana infrastruktur tersebut.

“Untuk mobilitas masyarakat tetap kami prioritaskan, kami utamakan dengan membuat jembatan darurat yang sudah dikoordinasikan oleh Pak Lurah dan dilaksanakan untuk membuat jembatan darurat dengan gotong royong masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Donomulyo Sukijan mengatakan pihaknya segera menyiapkan material kayu untuk pembangunan jembatan darurat. Material tersebut berasal dari tanah kas desa.

“Hari ini, nanti siang, kami koordinasi dengan Pak Dukuh Donomerto, Pak Giyatno. Nanti saya suruh untuk RT 24, karena ini menyangkut Donomerto, nanti warganya itu kerja bakti di sini,” ucap Sukijan.

Menurut Sukijan, jembatan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas harian warga, mulai dari akses ke sekolah, pasar, fasilitas umum, hingga lahan pertanian.

“Ini adalah jalan utama. Untuk anak-anak sekolah, juga untuk ke pasar, ke fasilitas umum, ke sawah juga. Karena ini baru musim panen, kami membuat proposal baru yaitu untuk jembatan darurat itu,” katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)