Danantara Laporkan Progres Pengembangan Kompleks Haji di Makkah ke Presiden

Ilustrasi Gedung Wisma Danantara. Foto: dok Danantara.

Danantara Laporkan Progres Pengembangan Kompleks Haji di Makkah ke Presiden

Ade Hapsari Lestarini • 7 January 2026 21:40

Jakarta: Danantara Indonesia melaporkan progres pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) di Makkah yang saat ini dijalankan melalui dua jalur strategis secara paralel. Jalur pertama adalah penguatan fondasi proyek melalui Kawasan Thakher, sementara jalur kedua dilakukan melalui partisipasi aktif dan penjajakan berkelanjutan dalam mekanisme lelang yang dikelola oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) untuk peluang kawasan lain di sekitar Masjidil Haram.

Sebagai fondasi awal yang telah berjalan, Danantara Indonesia menyampaikan Kawasan Thakher mencakup Novotel Thakher Makkah yang telah beroperasi serta sekitar 4,4 hektare (ha) lahan kawasan pengembangan yang berlokasi di koridor strategis sekitar 2-3 kilometer dari Masjidil Haram.

"Kami membangun Kompleks Haji (Hajj Complex) melalui pendekatan secara bertahap. Kawasan Thakher menjadi fondasi awal karena asetnya eksisting dan siap dikembangkan, sementara pada saat yang sama kami juga masih mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah," kata Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Januari 2026.

Kawasan Thakher saat ini mencakup Novotel Thakher Makkah yang telah beroperasi dengan sekitar 1.461 kamar di tiga menara, serta kurang lebih 14 plot lahan kawasan yang direncanakan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel. Secara bertahap, kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya.

Pengembangan Kawasan Thakher tidak hanya difokuskan pada penyediaan akomodasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jamaah yang lebih terintegrasi, mencakup fasilitas ritel, dukungan logistik, serta berbagai layanan penunjang lainnya.

"Kami ingin membangun ekosistem, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher kami siapkan sebagai basis pengembangan layanan jamaah Indonesia yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan," kata Pandu.
 




Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
 

Danantara cermati proses lelang yang dijalankan RCMC


Sejalan dengan akuisisi Kawasan Thakher, Danantara Indonesia juga tengah mengikuti dan mencermati proses lelang yang dijalankan RCMC. Sebagai otoritas pengembangan Kota Makkah, RCMC menetapkan arah kebijakan, tata kawasan, serta skema pengembangan untuk proyek-proyek strategis di Makkah. Dalam kerangka tersebut, Danantara Indonesia menempatkan pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang selaras dengan master plan Kota Makkah dan kerangka kerja yang ditetapkan RCMC.

Dalam kerangka ini, RCMC menawarkan sejumlah plot kawasan dengan berbagai karakteristik lokasi, peruntukan, dan jarak terhadap Masjidil Haram. Prosesnya mencakup tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, serta seleksi investor yang dinilai mampu mengembangkan kawasan sesuai master plan Kota Makkah.

"RCMC adalah bagian penting dari ekosistem pengembangan Makkah. Kami masih terlibat dalam proses tersebut sebagai bagian dari eksplorasi jangka panjang untuk Kompleks Haji (Hajj Complex), tentu dengan pendekatan yang sangat selektif dan berbasis kajian menyeluruh," jelas Pandu.

Dalam laporannya, Danantara Indonesia menyampaikan penguatan Kawasan Thakher berjalan sebagai fondasi awal pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) sekaligus membuka ruang pengembangan lanjutan dalam kerangka kerja RCMC untuk kawasan-kawasan strategis lainnya di Makkah ke depannya. Pendekatan ini dilakukan secara selektif dan berbasis kajian menyeluruh, sejalan dengan strategi jangka panjang Danantara Indonesia untuk membangun kompleks haji yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Sementara itu, untuk Kawasan Thakher, Danantara Indonesia menyiapkan investasi secara bertahap yang mencakup penguatan aset awal serta belanja modal (capex) untuk pengembangan kawasan. Dalam proyeksi awal, pengembangan lanjutan ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada 2026, dengan operasional hotel tambahan direncanakan mulai 2029, mengikuti kesiapan proyek dan perizinan.

"Fokus kami adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent, terukur, dan memberi manfaat jangka panjang. Kompleks Haji (Hajj Complex) kami bangun sebagai proyek strategis lintas generasi," jelas Pandu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)