Atlet Taekwondo Indonesia pada ajang Kejuaraan Asia Taekwondo 2026 di Mongolia. Foto: Istimewa.
Taekwondo Indonesia Loloskan Tiga Nomor ke Asian Games Nagoya 2026
Anggi Tondi Martaon • 12 June 2026 22:49
Jakarta: Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) memastikan Indonesia meloloskan tiga nomor pertandingan ke Asian Games Nagoya 2026. Kepastian tersebut diperoleh setelah Asian Taekwondo Union (ATU) memberikan tambahan dua kuota untuk sektor kyorugi putra.
Tambahan kuota tersebut melengkapi satu tiket yang sebelumnya telah diamankan M Rizal dari nomor poomsae putra pada Kejuaraan Asia Taekwondo 2026 di Mongolia. Dengan demikian, Indonesia kini telah mengamankan tiga nomor pertandingan untuk tampil pada pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.
Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon menyambut positif pencapaian tersebut. Menurutnya, hasil itu menunjukkan perkembangan pembinaan atlet taekwondo nasional yang terus berjalan di tengah ketatnya persaingan Asia. Dua nomor tambahan yang lolos berasal dari kelas under 68 kilogram putra dan under 80 kilogram putra sektor kyorugi.
Pada kelas under 68 kilogram, Indonesia diwakili M Bassam Raihan dalam Kejuaraan Asia Taekwondo 2026 di Mongolia. Bassam berhasil mengalahkan wakil Jepang, Shoki Asada, pada babak 16 besar sebelum langkahnya terhenti di perempat final setelah menghadapi atlet Kazakhstan, Samirkhon Ababakirov.
Meski gagal meraih medali, hasil dan akumulasi poin dari rangkaian pertandingan tersebut turut mengantarkan Indonesia mengamankan satu kuota menuju Nagoya.
Kontribusi Raihan dalam perolehan poin kualifikasi turut membantu Indonesia memperoleh satu tiket tambahan untuk Asian Games 2026.
Sebelumnya, M Rizal telah lebih dulu mengamankan tiket dari nomor poomsae putra setelah meraih medali perunggu pada Kejuaraan Asia Taekwondo 2026 di Mongolia.

Ilustrasi taekwondo. Foto: Dok/Asian Taekwondo Union.
Bagi PBTI, keberhasilan meloloskan tiga nomor tersebut menjadi indikator positif dari proses pembinaan atlet yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
Persaingan di Asian Games Nagoya diperkirakan tidak akan mudah. Indonesia akan menghadapi sejumlah negara kuat taekwondo Asia seperti Korea Selatan, Iran, Uzbekistan, Jepang, Tiongkok, Kazakhstan, dan Chinese Taipei yang selama ini menjadi kekuatan utama di berbagai kejuaraan internasional.
Meski demikian, PBTI menegaskan perjuangan belum selesai. Dua tiket dari sektor kyorugi yang baru diamankan merupakan kuota nomor pertandingan, bukan tiket individu atlet.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Pino Indra Perdana, mengatakan penentuan atlet yang akan mewakili Indonesia pada kelas under 68 kilogram dan under 80 kilogram masih akan melalui proses seleksi dan pemantauan. "Jadi nantinya siapa saja yang mewakili Indonesia, bisa saja bukan Bassam atau Raihan," kata Pino.
Menurut dia, salah satu ajang yang akan menjadi bahan evaluasi adalah Kejuaraan Satria Nusantara yang dijadwalkan berlangsung di Bandung pada 3-5 Juli 2026. Melalui pemantauan tersebut, PBTI akan menentukan atlet terbaik yang dinilai paling siap bersaing di Asian Games Nagoya 2026.
"PBTI akan mencari yang terbaik di kelas itu, makanya akan diadakan monitoring," ujar Pino.