BPBD Cianjur Larang Warga Bakar Sampah Saat Kemarau

Ilustrasi membakar sampah di ruang terbuka. (MI/Ramdani)

BPBD Cianjur Larang Warga Bakar Sampah Saat Kemarau

Silvana Febiari • 9 June 2026 20:49

Cianjur: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menggencarkan sosialisasi larangan membersihkan sampah dengan cara dibakar selama musim kemarau. Langkah ini diambil guna mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama mengatakan, kebakaran hutan dan lahan yang cukup besar pernah melanda Cianjur pada 2023. Titik kebakaran terbanyak terjadi di Kecamatan Cugenang dan Cilaku. 

"Memasuki musim kemarau yang diprediksi akan terjadi cukup panjang dan lebih cepat, harus diwaspadai masyarakat di seluruh wilayah Cianjur termasuk Cugenang dan Cilaku, jangan membakar sampah saat melakukan aksi bersih-bersih," katanya, dilansir dari Antara, Selasa, 9 Juni 2026. 
 


Dua tahun setelahnya atau 2024-2025, tidak ada laporan kebakaran hutan dan lahan. Mayoritas kebakaran dipicu pembakaran sampah dan puntung rokok.

Masyarakat juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran. Selain itu, warga dilarang membersihkan lahan dengan cara dibakar, mengingat api dapat dengan mudah merambat ke kawasan hutan maupun permukiman di sekitarnya.

Selain menggencarkan sosialisasi hingga ke pelosok, pihaknya melakukan koordinasi dengan dinas terkait seperti Damkar Cianjur, Perumdam Cianjur, dan dinas terkait lainnya. Tujuannya untuk melakukan penanganan cepat ketika terjadi bencana.


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Samudra Wira Purnama. ANTARA/Ahmad Fikri


Pemkab Cianjur bahkan telah mengeluarkan surat imbauan ke seluruh wilayah mulai dari utara hingga selatan guna melakukan berbagai langkah antisipasi saat terjadi kemarau. Termasuk, memasang bak penampungan dan membuat embung air.

"Berdasarkan data BMKG sekitar 26,6 persen zona musim di Indonesia sudah mulai musim kemarau, di mana sejumlah wilayah termasuk Cianjur terlihat pada Hari Tanpa Hujan yang mulai mendominasi kategori panjang 21 sampai 30 hari," jelasnya.

Berbagai langkah pemetaan dan mitigasi telah disiapkan termasuk berkoordinasi dengan Perumdam Cianjur dan dinas terkait di Pemkab Cianjur. Hal ini dilakukan guna memastikan ketersediaan air bersih yang dapat disalurkan menggunakan truk tangki ketika dibutuhkan.

(Silvana Febiari)