Armada Besar AS Tiba di Timur Tengah, Trump Klaim Iran Ingin Berdialog

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Armada Besar AS Tiba di Timur Tengah, Trump Klaim Iran Ingin Berdialog

Willy Haryono • 27 January 2026 06:39

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan dengan Washington, di saat AS terus memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan Axios di hari Senin, Trump menggambarkan hubungan AS–Iran “sedang berubah” atau in flux, seiring dengan masuknya armada besar angkatan laut AS ke dekat perairan Iran.

Trump merujuk pada kedatangan USS Abraham Lincoln Carrier Strike Group, yang menurut Komando Pusat AS (CENTCOM) telah memasuki kawasan Timur Tengah untuk memperkuat stabilitas dan keamanan regional.

Meski ada peningkatan tekanan militer, Trump mengklaim Teheran justru menginginkan dialog. “Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka menelepon beberapa kali. Mereka ingin berbicara,” kata Trump, dikutip dari Yeni Safak, Selasa, 27 Januari 2026.

Pernyataan Trump disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di Iran, yang dalam beberapa pekan terakhir dilanda gelombang protes besar.

Demonstrasi dimulai sejak akhir Desember, dipicu melemahnya nilai mata uang nasional dan memburuknya kondisi ekonomi, yang awalnya muncul di Grand Bazaar Teheran sebelum meluas ke berbagai kota besar.

Sebelumnya, Trump sempat mengeluarkan peringatan keras dengan menyatakan AS akan “menghantam dengan keras” jika demonstran Iran dibunuh. Namun, ia kemudian mengklaim retorikanya membuat Teheran membatalkan rencana eksekusi terhadap para demonstran.

Pemerintah Iran menolak klaim tersebut dan menuduh Amerika Serikat serta Israel mendukung “perusuh bersenjata”. Teheran juga menyatakan akan memberikan respons “cepat dan menyeluruh” jika terjadi serangan terhadap negaranya.

Situasi saat ini tidak terlepas dari konflik terbuka yang terjadi tahun lalu. Pada Juni tahun lalu, Israel dengan dukungan terbuka dari AS melancarkan perang selama 12 hari terhadap target-target Iran. Serangan tersebut dibalas Teheran dengan peluncuran drone dan rudal, sebelum gencatan senjata diumumkan oleh Washington.

Penguatan kehadiran militer AS di kawasan, di tengah sinyal negosiasi dari Trump, menunjukkan hubungan AS–Iran masih berada dalam kondisi rapuh, dengan dinamika antara tekanan militer dan peluang diplomasi berjalan secara bersamaan.

Baca juga:  Timur Tengah Kembali Memanas, Trump Kerahkan Kapal Induk ke Teluk

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)