NEWSTICKER

Ambisi Kendaraan Listrik Indonesia Bisa Menular ke Asia Tenggara

Mobil listrik. Foto: Medcom/Garuda.

Ambisi Kendaraan Listrik Indonesia Bisa Menular ke Asia Tenggara

Arif Wicaksono • 25 September 2023 14:03

Jakarta: Kebijakan ramah kendaraan listrik di Indonesia telah menarik investor dari Asia dan Eropa. Kebijakan tersebut juga dapat meningkatkan investasi di industri otomotif Asia Tenggara secara lebih luas.

"Indonesia bisa menjadi pintu gerbang ke seluruh kawasan Asia Tenggara," kata CEO dan Presiden Direktur Bakrie & Brothers, Anindya Novyan Bakrie, konglomerat Indonesia yang juga memproduksi bus listrik serta suku cadang kendaraan listrik, dilansir CNBC international, Senin, 25 September 2023.

Menurut laporan ASEAN Briefing, Indonesia  kaya akan tembaga, nikel, kobalt, dan bauksit yang merupakan bahan penting untuk pembuatan baterai kendaraan listrik. Indonesia adalah eksportir nikel terbesar dengan menyumbang 22 persen cadangan dunia.

"Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia yang diperlukan untuk kendaraan listrik menjadi daya tariknya dan tentu saja merupakan faktor penarik bagi investasi kendaraan listrik terutama setelah pelarangan bijih nikel dan pemerintah yang semakin menyerukan agar sumber daya alam Indonesia dimanfaatkan untuk membuka pertumbuhan ekonomi," ujar Analis Mobil di BMI Fitch Solutions Koketso Tsoai.

Indonesia telah melarang ekspor logam dan mineral tertentu dalam upaya untuk menarik investor dan produsen yang membutuhkan bahan-bahan tersebut ke negaranya. Bahkan, produsen mobil Asia seperti Toyota dan Hyundai telah melakukan investasi miliaran dolar untuk memperluas fasilitas produksi kendaraan listrik di Indonesia.

Bersaing dengan Thailand

Laporan investasi ASEAN pada 2022 mencatat produksi baterai kendaraan listrik memberikan kontribusi yang signifikan terhadap investasi asing langsung di kawasan ini antara 2019 dan 2021, terutama di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Namun terlepas dari upaya yang dilakukan Indonesia, negara ini masih menghadapi kendala dalam meningkatkan produksi kendaraan.

"Akan sulit bagi Indonesia untuk menggantikan Thailand sebagai pusat produksi kendaraan regional, karena Thailand sudah lama memiliki industri otomotif yang berorientasi ekspor. Indonesia juga akan menghadapi tantangan dari produsen berbiaya rendah seperti Vietnam dan Filipina,” kata Analis Otomotif di EIU Nishita Aggarwal.

Namun, pertumbuhan sektor kendaraan listrik di Indonesia dapat memberikan efek domino kepada negara-negara tetangganya.

"Dengan menyediakan akses terhadap bahan-bahan utama baterai kendaraan listrik, negara ini dapat menarik lebih banyak investasi dan membantu ASEAN sebagai sebuah kawasan untuk mengadopsi kendaraan listrik dengan lebih cepat dan lebih murah," menurut laporan Maybank.

Kekuatan Asia Tenggara

Meskipun kekayaan alam Indonesia berperan besar dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang kompetitif di ASEAN, Anindya berpendapat investor cenderung akan mempertimbangkan kawasan ini secara keseluruhan. Anindya percaya Kawasan Asia Tenggara akan menggabungkan kekuatan untuk menghadirkan kekuatan dan keahlian yang berbeda-beda guna memberikan manfaat bagi ekosistem kendaraan listrik di wilayah ini.

"Malaysia, misalnya, menawarkan bauran produk yang lebih khusus berupa barang-barang berteknologi tinggi di era meningkatnya digitalisasi dalam industri otomotif," kata Tsoai dari BMI.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Metrotvnews.com

(Arif Wicaksono)