Australia Resmi Gelar Sidang Publik Tragedi Penembakan Pantai Bondi

Aparat kepolisian bersiaga di sekitar lokasi penembakan di area Pantai Bondi di Sydney, Australia, Minggu, 14 Desember 2025. (Anadolu Agency)

Australia Resmi Gelar Sidang Publik Tragedi Penembakan Pantai Bondi

Dimas Chairullah • 4 May 2026 14:43

Sydney: Pemerintah Australia secara resmi membuka sidang dengar pendapat publik pada hari Senin, 4 Mei. Sidang ini digelar sebagai bagian dari proses penyelidikan komprehensif terkait tragedi penembakan mematikan bermotif anti-Semit yang merenggut 15 nyawa di sebuah festival Yahudi di Pantai Bondi, Sydney.

Penyelidikan tingkat tinggi ini dipimpin langsung oleh komisi kerajaan federal, yang merupakan instrumen penyelidikan pemerintah tertinggi di Australia. 

Dikutip dari Straits Times, Senin, 4 Mei 2026, Komisi tersebut secara khusus dibentuk untuk mengusut tuntas berbagai faktor yang memicu penembakan brutal oleh dua pria bersenjata terhadap keluarga Yahudi di kawasan pantai paling ikonik di Australia pada 14 Desember lalu.

Rangkaian sidang publik ini diawali dengan mendengarkan kesaksian langsung dari para anggota komunitas Yahudi Sydney. Ketua komisi penyelidikan, Virginia Bell, dalam pidato sambutan pembukaannya menyoroti tren global yang mengkhawatirkan.

"Lonjakan tajam anti-Semitisme yang kita saksikan di Australia juga terjadi di negara-negara Barat lainnya dan tampaknya jelas terkait dengan peristiwa di Timur Tengah," tegas Bell.

Sentimen Anti-Semit

Ia menekankan betapa pentingnya pemahaman masyarakat mengenai seberapa cepat eskalasi global dapat memicu tindakan permusuhan secara langsung terhadap warga Yahudi di Australia.

Penasihat hukum yang turut mendampingi penyelidikan, Zelie Hegen, mengungkapkan bahwa pihak komisi sejauh ini telah menerima ribuan masukan mengenai dampak dari apa yang ia sebut sebagai "salah satu kebencian tertua dalam masyarakat."

Salah satu kesaksian emosional datang dari Sheina Gutnick, yang ayahnya, Reuven Morrison, tewas dalam serangan di Bondi tersebut. Gutnick bersaksi bahwa telah terjadi pergeseran nyata dalam sentimen anti-Semit sejak pecahnya perang Gaza pada tahun 2023, di mana kebencian tersebut kini seolah dibiarkan muncul secara terang-terangan di ruang publik.

Dalam jalannya sidang, komisi juga mendengarkan pemaparan dari sejumlah saksi yang identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan. Mereka menceritakan dampak psikologis dan ketakutan akibat nyanyian anti-Semit yang menggema selama protes menentang perang di Gaza di luar Gedung Opera Sydney pada Oktober 2023 lalu.

Penembakan Massal Paling Mematikan di Australia

Kelompok advokasi komunitas Yahudi telah mencatat setidaknya 2.062 insiden anti-Semit sepanjang tahun 2024. Masa yang dijuluki sebagai "musim panas teror" itu diwarnai oleh serangkaian serangan pembakaran dan vandalisme yang menargetkan sinagoge serta tempat usaha milik warga Yahudi di Sydney dan Melbourne.

Tragedi berdarah di Pantai Bondi yang terjadi saat perayaan Hanukkah pada bulan Desember lalu tercatat sebagai insiden penembakan massal paling mematikan di Australia dalam tiga dekade terakhir. 

Tersangka utama yang diduga sebagai otak penyerangan, Sajid Akram (50), tewas tertembak oleh aparat kepolisian di lokasi kejadian.

Sementara itu, sang anak yang turut menjadi pelaku, Naveed (24), yang berstatus warga negara kelahiran Australia, saat ini telah mendekam di penjara dan resmi didakwa dengan pasal terorisme serta 15 dakwaan pembunuhan.

Baca juga:  Penembakan Pantai Bondi: Pengakuan Ahmed yang Melucuti Senjata Pelaku

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)