Pakistan menuduh pasukan Afghanistan menargetkan warga sipil dalam bentrokan perbatasan terbaru. (Anadolu Agency)
Bentrokan Perbatasan Pakistan-Afghanistan Tewaskan 9 Orang, 15 Terluka
Dimas Chairullah • 2 May 2026 13:54
Islamabad: Pemerintah Pakistan menuduh pasukan perbatasan Afghanistan secara sengaja menargetkan warga sipil dalam serangkaian bentrokan mematikan yang menewaskan sembilan orang serta melukai 15 lainnya dalam dua hari terakhir.
Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, melalui sebuah unggahan di platform media sosial X pada Jumat malam merinci bahwa korban tewas mencakup perempuan dan anak-anak.
Sebanyak 12 orang dilaporkan terluka pada hari Kamis akibat apa yang ia gambarkan sebagai penargetan warga sipil yang tidak beralasan dan kriminal oleh pasukan perbatasan Afghanistan di wilayah distrik kesukuan Bajaur, barat laut Pakistan, sebagaimana dikutip dari laporan media Anadolu, Sabtu, 2 Mei 2026.
Lebih lanjut, Tarar mengungkapkan bahwa pada hari Jumat, tiga warga sipil yang sedang bermain kriket juga turut menjadi korban luka akibat serangan quadcopter yang disebutnya "terang-terangan dan tak tahu malu".
Aksi Saling Tuding
Serangan itu diklaim dilakukan oleh kelompok "Fitna Al Khwarij", sebutan yang digunakan Islamabad untuk merujuk pada kelompok militan Tehreek-e-Taliban (TTP) anti-Pakistan yang selama ini dituduh mendapat dukungan penuh dari Kabul.Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Kabul terkait tuduhan terbaru ini, meski sebelumnya mereka secara konsisten membantah mendukung TTP.
Saling tuding di antara kedua negara bertetangga ini kian memperkeruh situasi keamanan di perbatasan.
Pada awal pekan ini, otoritas Afghanistan lebih dulu melaporkan bahwa setidaknya empat warga sipil tewas dan 70 lainnya termasuk 30 pelajar mengalami luka-luka akibat gempuran rudal yang diduga kuat diluncurkan oleh militer Pakistan di Provinsi Kunar, timur laut Afghanistan.
Pihak Kabul menyatakan bahwa serangan udara mematikan itu turut menghantam permukiman padat penduduk serta fasilitas pendidikan di Universitas Sayed Jamaluddin Afghani.
Merespons klaim tersebut, Tarar dengan tegas menolaknya dan menyebut tuduhan Kabul sama sekali tidak berdasar.
Bentrokan Perbatasan Terburuk
Ia berkeras bahwa militer Pakistan secara eksklusif hanya menargetkan tempat persembunyian teroris beserta infrastruktur pendukungnya dengan prinsip kehati-hatian demi menghindari segala bentuk kerusakan pada warga sipil.Pakistan dan Afghanistan sempat terlibat dalam salah satu bentrokan perbatasan terburuk pada bulan Maret lalu yang memakan korban ratusan warga sipil maupun militan di kedua sisi.
Eskalasi berdarah tersebut baru mereda setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata pada malam Idulfitri tanggal 18 Maret, menyusul desakan mediasi dari Turki, Arab Saudi, dan Qatar.
Pasca-gencatan senjata, pejabat tinggi dari kedua negara juga sempat menggelar dialog intensif yang dimediasi oleh Beijing di Kota Urumqi, Tiongkok, di mana mereka sepakat untuk membahas rencana komprehensif guna menyelesaikan kemelut yang memengaruhi hubungan diplomatik kedua belah pihak.
Baca juga: Tiga Orang Tewas dalam Serangan Rudal di Perbatasan Pakistan-Afghanistan