Cuaca Buruk Diduga Penyebab Jatuhnya Pesawat Pengangkut BBM di Nunukan

Komandan Lanud Anang Busra Marsma TNI Andreas A. Dhewo (kedua kiri). (IST)

Cuaca Buruk Diduga Penyebab Jatuhnya Pesawat Pengangkut BBM di Nunukan

Whisnu Mardiansyah • 19 February 2026 21:48

Nunukan: Insiden pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang jatuh di wilayah Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis, 19 Februari diduga disebabkan cuaca buruk. Pilot pesawat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Pesawat diawaki satu orang pilot dan berdasarkan hasil evakuasi di lokasi, pilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Komandan Lanud Anang Busra Marsma TNI Andreas A Dhewo di Tarakan seperti dilansir Antara, Kamis, 19 Februari 2026.

Pesawat pengangkut BBM yang jatuh diawaki seorang pilot bernama Kapten Hendrick Lodewyck Adam atau Kapten Hendrik. Insiden terjadi saat pesawat melayani rute pengangkutan BBM dari Tarakan menuju Krayan di wilayah perbatasan .

Pesawat dengan nomor registrasi PK-PAA dan nomor penerbangan PAS 7107 lepas landas dari Bandara Juwata Tarakan pukul 10.15 Wita menuju Bandara Yuvai Semaring Long Bawan. Pesawat mengangkut sekitar 4.000 liter BBM.

Setelah tiba di Long Bawan pukul 11.10 Wita dan menyelesaikan misi distribusi BBM, pesawat kembali lepas landas dari Bandara Yuvai Semaring Long Bawan pada pukul 12.10 Wita dalam kondisi kosong tanpa muatan BBM, hanya membawa satu orang pilot menuju Bandara Juwata Tarakan .

Saat keberangkatan, kondisi cuaca dilaporkan hujan ringan dengan jarak pandang sekitar 6 kilometer. Awan rendah (cloud base) terpantau broken di ketinggian 1.400 feet dengan suhu 23,9 derajat Celsius.

"Beberapa menit kemudian, saksi mata melihat pesawat menurun dalam posisi miring ke arah perbukitan di ujung runway 22," kata Andreas.
 


Sekitar pukul 12.25 Wita, saksi mata di sekitar Bandara Yuvai Semaring, Krayan melihat pesawat dalam posisi miring menurun ke arah belakang bukit di ujung pendekatan runway 22.

AirNav unit Long Bawan kemudian berkoordinasi dengan pihak bandara. Pada pukul 12.27 Wita, pesawat Susi Air yang hendak memasuki wilayah Krayan memutuskan kembali ke Malinau karena cuaca memburuk. Pilot Susi Air menerima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dengan radius sekitar 5 kilometer dari arah final runway 22 .

"Tim gabungan bersama masyarakat segera bergerak ke lokasi dan pesawat ditemukan pukul 14.33 WITA," katanya .

Sebanyak 21 personel tim evakuasi dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 4/Prh diterjunkan untuk melaksanakan pencarian, evakuasi korban, serta pengamanan area.


Pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang jatuh dan terbakar di Pa’ Belaban di lokasi Pa’ Betung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. (ANTARA/HO-Camat Krayan Timur Lianthoni)

Pesawat ditemukan dalam kondisi hancur dan terbakar di wilayah perbukitan Krayan Timur, tepatnya di Pegunungan Pabetung Remayo (Gunung Pa' Ramayo), Desa Pa' Bettung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan .

Pilot yang menjadi satu-satunya awak di dalam pesawat dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Tim menemukan jenazah pilot pada pukul 14.33 Wita . Saksi mata di bandara, Aboy, menceritakan detik-detik menegangkan saat pesawat mulai kehilangan kendali.

"Pesawat itu terbang dan mau belok ke sebelah kiri. Yang saya lihat, salah satu bagian dari pesawat ada yang terlepas, kemudian disusul dengan pesawat yang oleng," tutur Aboy .

Warga Desa Pa' Bettung juga melihat pesawat diselimuti asap hitam pekat sebelum tiba-tiba menukik dan menghantam tanah . Evakuasi dilakukan secara manual mengingat medan yang cukup berat berupa perbukitan. Pada pukul 15.20 Wita, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Pratama Long Bawan untuk penanganan lebih lanjut .

"Rencana besok, bersama Basarnas dan pihak maskapai, kami akan menuju lokasi untuk proses lanjutan dan pemulangan jenazah," kata Andreas .

Jenazah pilot direncanakan akan diterbangkan dari Krayan menuju Balikpapan, kemudian dilanjutkan ke Jakarta menggunakan pesawat udara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)