3.944 Warga Aceh Utara Terserang ISPA Usai Banjir dan Longsor

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara membagikan masker kepada masyarakat terdampak debu pascabencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Selasa, 20 Januari 2026. ANTARA/Try Vanny S

3.944 Warga Aceh Utara Terserang ISPA Usai Banjir dan Longsor

Silvana Febiari • 18 February 2026 18:31

Aceh Utara: Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Aceh Utara, Aceh meroket hingga 150 persen pasca-bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada November 2025. Peningkatan kasus ini meninggalkan ancaman kesehatan serius bagi para penyintas.

“Berdasarkan laporan puskesmas, sampai minggu ke-2 Februari ini, ada 3.944 (kasus ISPA) yang terdata di kami. Kalau dibandingkan dengan minggu ke-2 Februari 2025, itu di data kami 1.574 (kasus ISPA). Ada kenaikan,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara dr. Ferianto ketika ditemui di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Utara, seperti dilansir Antara, Rabu, 18 Februari 2026.

Merespons peningkatan kasus ISPA, Ferianto menyampaikan Dinkes Kabupaten Aceh Utara membuat sosialisasi kepada masyarakat. Pihaknya juga membagikan masker kepada warga yang terdampak bencana.
 


“Yang sudah kami buat adalah sosialisasi. Itu kami lakukan oleh puskesmas. Yang lain adalah mengajak masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan memakai masker,” kata Ferianto.

Terkait pembagian masker, Dinkes Aceh Utara mengajukan permohonan bantuan kepada Dinkes Provinsi Aceh untuk memberi tambahan. Pasalnya, permasalahan yang saat ini dihadapi adalah kurangnya masker yang bisa diberikan kepada masyarakat.

“Masker (tambahannya) kemungkinan bukan masker yang medis, jadi masker yang bisa dicuci, kemudian dipakai lagi,” ucap Ferianto. 


Banjir melanda Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Foto: Istimewa


Ia menyoroti pentingnya pengadaan masker yang bisa dipakai berulang kali untuk melindungi masyarakat dalam jangka panjang. Cuaca ekstrem, baik yang terlalu kering maupun curah hujan yang terlalu tinggi, sama-sama bisa meningkatkan kasus ISPA.

Kemarau ekstrem menyebabkan lumpur pasca-banjir menjadi debu. Sementara hujan deras menyebabkan kelembaban yang bisa meningkatkan ISPA.

“Jadi, kami coba dengan masker yang bisa didaur ulang. Artinya, masyarakat masih bisa menyimpan masker tersebut dan bisa digunakan dalam jangka lama,” ungkap Ferianto.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)