Prosesi ibadah haji lempar jumrah. Metro TV/Mahmud Fauzi
Jutaan Jemaah Haji Memulai Proses Lempar 3 Jumrah di Mina
Mahmud Fauzi • 28 May 2026 12:39
Mina: Setelah menyelesaikan lempar Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah, jutaan jemaah haji pada hari ini kembali menuju kompleks Jamarat di Mina untuk melaksanakan lempar tiga jumrah, yaitu Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Prosesi ini menjadi rangkaian ibadah Hari Tasrik yang berlangsung hingga 13 Dzulhijjah.
Sejak pagi hari, arus jemaah haji dari berbagai negara terlihat memadati jalur menuju Jamarat di kawasan Mina, Makkah. Para jemaah secara berkelompok berjalan kaki menuju lokasi lempar jumrah dengan pengawalan ketat dari petugas keamanan dan petugas haji.
Pada 11 Dzulhijjah atau Hari Tasrik pertama, jemaah haji melaksanakan lempar tiga jumrah, dimulai dari Jumrah Ula, kemudian Wustha, dan diakhiri dengan Jumrah Aqabah. Masing-masing jumrah dilempar dengan tujuh butir kerikil.
Otoritas Arab Saudi dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) terus mengimbau jemaah agar tidak memaksakan diri melaksanakan lempar jumrah pada waktu yang padat, khususnya siang hari. Pasalnya, suhu panas yang ekstrem serta kepadatan jemaah berisiko memicu kelelahan hingga dehidrasi.
Jemaah dianjurkan untuk melaksanakan lempar jumrah pada pagi, sore, atau malam demi menjaga keamanan dan kesehatan selama beribadah. Petugas haji juga disiagakan di berbagai titik untuk membantu jemaah lanjut usia, jemaah yang kelelahan, maupun yang terpisah dari rombongan.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengeluarkan kebijakan larangan lempar jumrah pada pukul 10.00-14.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Kebijakan ini bertujuan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia. Langkah antisipatif dan perlindungan tersebut diambil mengingat kondisi cuaca yang terik serta tingginya tingkat kepadatan di area Jamarat pada rentang waktu tersebut.
.jpeg)
Ilustrasi lempar jumrah. Foto: Antara.
"Seluruh jamaah haji agar mengikuti semua ketentuan yang telah ditetapkan. Pada pukul 10.00 pagi ini hingga pukul 14.00, jamaah tidak diperbolehkan bergerak keluar tenda," ujar Ketua PPIH Arab Saudi, Ian Heryawan, di Mina, Kamis, 28 Mei 2026.
Rangkaian lempar jumrah ini akan berlangsung hingga 13 Dzulhijjah bagi jemaah yang mengambil Nafar Tsani. Sementara itu, sebagian jemaah lainnya dapat meninggalkan Mina lebih awal pada 12 Dzulhijjah atau Nafar Awal.