Dua Gempa Terasa di DIY, Guncangan Lebih Kuat Dirasakan Warga saat Subuh

Ilustrasi. Metrotvnews.com.

Dua Gempa Terasa di DIY, Guncangan Lebih Kuat Dirasakan Warga saat Subuh

Ahmad Mustaqim • 12 September 2026 07:48

Yogyakarta: Dua gempa dirasakan warga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu dini hari, 12 September 2026. Gempa dua kali terjadi hampir beriringan. 

Ayu, warga Kabupaten Sleman, DIY, mengaku kaget saat merasakan guncangan gempa. Namun, ia tidak dapat memastikan apakah guncangan tersebut berasal dari gempa yang terjadi di Wonosobo atau Kepulauan Seribu.

"Kalau agak kencang yang sekitar jam 4-an itu," kata Ayu di Sleman.


Ida, warga Kulon Progo, mengaku lebih kaget saat merasakan gempa ketika waktu salat Subuh. Menurut dia, gempa Wonosobo yang terjadi menjelang pukul 03.00 WIB tidak terlalu kuat. Namun, getaran gempa Kepulauan Seribu lebih banyak dirasakan warga.

Informasi BMKG mencatat gempa yang berpusat di Kepulauan Seribu berkekuatan magnitudo 5,9. Gempa tersebut terjadi pada pukul 04.23.56 WIB, dengan titik koordinat 5,81 LS dan 106,56 BT atau sekitar 6 kilometer tenggara Kepulauan Seribu.


Peta guncangan gempa di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. (Dokumentasi/ BMKG)


Adapun Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi mengatakan gempa Wonosobo dirasakan pukul 2:43 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini berkekuatan magnitudo 3.8. 

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7.21 LS; 109.89 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 17 km arah Barat Laut Wonosobo, Jawa Tengah dengan kedalaman 12 km," ungkap Ardhianto. 

Gempa bumi tersebut dirasakan di Wonosobo dengan skala intensitas III MMI dengan getaran dirasakan seperti terdapat truk bermuatan melintas. Gempa juga dirasakan hingga Kabupaten Banjarnegara dengan skala intensitas II-III MMI, Kabupaten Batang dengan skala intensitas II MMI. 

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Ia mengatakan belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. 

"Hingga pukul 3:13:00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," ucapnya. 

(Silvana Febiari)