Maknai Maulid Nabi, ESQ Tours Ajak Memahami Konsep Kekayaan dalam Islam

Pendakwah, Ustaz Abi Makki. Foto: Metro TV/Bayu Lela Muda.

Maknai Maulid Nabi, ESQ Tours Ajak Memahami Konsep Kekayaan dalam Islam

Metro TV • 14 September 2026 00:10

Tangerang Selatan: Momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dimanfaatkan oleh ESQ Tours untuk mengajak masyarakat memahami kembali konsep kekayaan dalam ajaran Islam. Pesan ini disampaikan melalui kegiatan tablig akbar di Masjid Al-Falah, Komplek Taman Mangu Indah Blok E, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

“Apa yang kita inginkan dan apa yang kita butuhkan pasti itu berbeda. Kalau orang itu menyempurnakan dengan apa yang dibutuhkan, itu cukup. Tapi ketika menginginkan mengikuti hawa nafsunya apa yang diinginkan, itu belum tentu cukup. Berapa pun yang kita miliki,” kata Ustaz Abi Makki dalam tausiahnya di Tangerang Selatan, Minggu, 13 September 2026.
 


Ustaz Abi Makki menekankan pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam mengukur kekayaan. Hal tersebut dinilai krusial guna mengontrol hawa nafsu atas harta duniawi serta mengetahui batas kemampuan diri.

Ia juga mengingatkan pola pikir Rasulullah SAW yang memandang dunia sebagai tempat ujian sementara, sedangkan kebahagiaan sejati berada di akhirat.

“Rasulullah SAW, itu yang beliau lakukan adalah meyakini kalau ini adalah ujian dari Allah SWT, berarti memang tempatnya ujian. Lalu yang kedua meyakini kebahagiaan yang sesungguhnya itu adalah di akhirat,” ujar Ustaz Abi Makki.

Rasulullah dikenal sangat cakap dan gigih dalam berniaga demi memenuhi kebutuhan ekonomi. Namun, kepiawaian berdagang tersebut tidak lantas membuat beliau hanya mengejar materi semata.

“Rasulullah paling pandai bekerja, paling pandai berbisnis. Tapi tidak semua apa yang diharapkan itu harus terjadi dalam kehidupan,” ujar Ustaz Abi Makki.


Tabligh akbar yang digelar ESQ Tours di Masjid Al-Falah, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Foto: MetroTV/Bayu Lela Muda.

Sementara itu, Direktur Sales dan Operasional ESQ Tours, Muhammad Solihin, berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk meneladani sikap pantang menyerah Rasulullah SAW, khususnya dalam menghadapi ujian ekonomi.

"Rasulullah SAW sudah mencontohkan bagaimana beliau dari usia yang sangat muda, anak-anak, itu sudah menjadi penggembala kambing, sudah menjadi kuli, sudah menjadi pedagang. Kesulitan ekonomi yang kita alami sekarang ya bisa jadi karena kita kurang usaha. Padahal masih banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan," tutur Solihin.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)