Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang mendekati kawasan kafe Bromo Hillside di Bukit Bantengan, Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur/BPBD Kab. Malang
Pemadaman Karhutla Bromo Kombinasikan Alat Manual dan Water Bombing
Daviq Umar Al Faruq • 13 September 2026 18:52
Malang: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali membesar akibat h=embusan angin kencang. Kobaran api yang sempat terkendali kini meluas hingga menjangkau area Pos Jemplang.
Titik api pertama kali terdeteksi di kawasan Savana Pengol pada Kamis, 10 September 2026 pukul 16.30 WIB. Pergerakan api kemudian membelah ke dua arah menuju kawasan Pengol dan Gunung Kursi.
Upaya penanganan intensif sempat membuahkan hasil saat api di kawasan Pengol berhasil dipadamkan pada Jumat malam, 11 September 2026. Namun, angin kencang pada Sabtu sore kembali memicu perataan titik api hingga mendekati Pos Jemplang.
“Penggunaan berbagai metode tersebut disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik lokasi kebakaran, terutama pada area yang sulit dijangkau kendaraan pemadam atau memiliki keterbatasan akses dan sumber air,” kata Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha dalam keterangan resminya, Minggu 13 September 2026.
Proses pemadaman darat disokong dua unit mobil tangki serta lima kendaraan penyuplai air ke lokasi terdampak. Petugas di lapangan juga mengandalkan engine blower, jet shooter, dan gepyok untuk menjangkau area tebing.
Kondisi vegetasi rumput yang mengering di musim kemarau turut mempercepat penyebaran titik api. Asap tebal yang mengepul di sekitar lokasi kejadian juga mengganggu jarak pandang serta mobilitas personel pemadam.
“Kondisi musim kemarau yang menyebabkan vegetasi, khususnya rerumputan, berada dalam kondisi kering serta adanya potensi angin kencang dapat mempercepat penyebaran api,” ujar Rudijanta.

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang mendekati kawasan kafe Bromo Hillside di Bukit Bantengan, Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur/BPBD Kab. Malang
Penanganan pada titik-titik yang sulit dijangkau darat akhirnya mendapatkan bantuan pemadaman dari udara. Helikopter water bombing milik Pemprov Jawa Timur diterjunkan untuk mempercepat pendinginan.
“Upaya pemadaman juga diperkuat dengan dukungan water bombing dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari penanganan kebakaran dari udara,” tambah Rudijanta.
Mengingat kondisi lapangan yang masih dinamis, otoritas TNBTS mengambil keputusan tegas dengan menutup total seluruh pintu masuk wisata Bromo. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan pengunjung serta mempermudah lalu lintas armada pemadam.
“Dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kebakaran serta aspek keamanan dan keselamatan pengunjung, kunjungan wisata Gunung Bromo dari seluruh pintu masuk ditutup total mulai 12 September 2026 sampai dengan batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut,” pungkas Rudijanta.