Pangkas Proses Perizinan, Prabowo Instruksikan Pembentukan Satgas Percepatan Deregulasi

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada kegiatan penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Pangkas Proses Perizinan, Prabowo Instruksikan Pembentukan Satgas Percepatan Deregulasi

Achmad Zulfikar Fazli • 13 May 2026 19:34

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus Deregulasi untuk mempermudah izin usaha. Satgas ini dinilai penting untuk memangkas habis aturan-aturan yang tidak efisien.

Prabowo mengatakan proses pembentukan Satgas Khusus Deregulasi bisa dilakukan dengan menggandeng para pakar. Dengan adanya satgas tersebut, dia ingin proses perizinan bagi pengusaha menjadi lebih mudah dan cepat.

"Permudah perizinan, jangan persulit. Pengusaha-pengusaha juga mengeluh. Mereka mau bekerja dan mereka mau investasi, tapi kadang-kadang tunggu izin itu satu tahun, dua tahun. Sedangkan di negara lain dua minggu. Kita harus mengacu kepada negara tetangga. Kalau mereka bisa keluarkan izin dalam dua minggu, kenapa kita dua tahun?" kata Prabowo dalam sebuah giat penyerahan aset hasil rampasan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam acara penyerahan hasil penertiban berupa denda administrasi dan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp10,27 triliun di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Baca Juga: 

Prabowo: Masih Ada Ratusan Triliun Kekayaan Negara Harus Diselamatkan

Menurut dia, meski pemerintah pusat sudah berulang kali melakukan penyederhanaan regulasi, namun berbagai kementerian dan lembaga kerap memunculkan aturan turunan serta peraturan teknis baru yang kembali merepotkan pengusaha. Dia tak ingin permasalahan ini terus terjadi di Indonesia.

“Sederhanakan ya, jangan persulit. Para pengusaha harus dibantu, harus didukung. Yang nakal kita tertibkan tapi yang baik, yang benar-benar mau bekerja ya harus dibantu. Banyak investor dari luar negeri mengeluh di Indonesia sering perizinannya lama sekali dan banyak sekali saudara-saudara sekalian ya. Perizinan kadang-kadang ada yang enggak masuk akal ya kan,” ungkap Prabowo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)