Ilustrasi pesawat. Dokumentasi/ istimewa.
Ketatnya Perawatan Pesawat Jadi Penopang Utama Keselamatan Penerbangan
Deny Irwanto • 14 May 2026 07:53
Jakarta: Industri penerbangan domestik Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah penumpang udara domestik yang sebelumnya mencapai sekitar 102 juta penumpang pada 2018 kini turun menjadi sekitar 70 juta penumpang per tahun.
Penurunan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi domestik, harga tiket pesawat yang meningkat, hingga minimnya persaingan di pasar penerbangan nasional.
Di tengah kondisi tersebut, kebijakan pemerintah terkait pembatasan usia impor pesawat juga dinilai ikut memengaruhi dinamika industri penerbangan. Pengamat aviasi Alvin Lie mengatakan usia pesawat sebenarnya bukan faktor utama yang menentukan keselamatan penerbangan.
"Pesawat dengan kendaraan lainnya tidak bisa disamakan. Pesawat yang dalam tanda kutip ‘tua’, baik usia 10, 20 ataupun 30 tahun, tetap bisa terjaga dengan tiga prinsip utama," kata Alvin Lie dalam keterangan pers dikutip, Rabu, 13 Mei 2026.
Pada Mei 2020, pemerintah melalui Keputusan Menteri Nomor 115 Tahun 2020 menaikkan batas usia pesawat menjadi 20 tahun. Meski demikian, sejumlah pelaku industri menilai aturan tersebut masih cukup membatasi jenis pesawat yang dapat diimpor ke Indonesia.
Dalam dunia aviasi, keselamatan penerbangan tidak hanya diukur dari usia kalender pesawat. Faktor utama yang menentukan adalah kelaikudaraan atau airworthiness, yakni kondisi pesawat yang dipastikan tetap aman melalui proses pemeriksaan dan perawatan yang ketat.
Ilustrasi penerbangan. Foto: Medcom.id
Alvin menjelaskan terdapat tiga prinsip utama yang menjadi dasar keselamatan pesawat, yakni perawatan berjenjang, safe life dan fail safe, serta prinsip kelaikudaraan.
Perawatan dilakukan secara rutin melalui berbagai tahapan inspeksi mulai dari A-Check hingga D-Check. Pada tahap D-Check, pesawat akan dibongkar secara menyeluruh untuk memastikan seluruh komponen, mulai dari struktur utama, kabel, hingga saluran pipa tetap dalam kondisi optimal.
Selain itu, prinsip safe life memastikan setiap komponen yang memiliki batas masa pakai diganti sebelum mencapai titik kegagalan. Sementara prinsip fail safe memungkinkan struktur pesawat tetap aman meski salah satu komponennya mengalami kerusakan.
Menurut Alvin, regulator hanya akan memberikan izin terbang kepada pesawat yang telah memenuhi seluruh persyaratan teknis dan standar keselamatan tanpa melihat usia pesawat semata.
“Selain itu, ada juga program khusus untuk pesawat tua. Apabila jam terbang sudah tinggi, maka akan diadakan inspeksi tambahan pada struktur, fatigue testing, juga pencegahan korosi yang lebih ketat,” jelas Alvin.
Ia menegaskan keamanan penerbangan lebih ditentukan oleh kualitas perawatan dan kepatuhan terhadap standar keselamatan dibanding usia pesawat itu sendiri.
Di balik setiap penerbangan, terdapat proses panjang pemeriksaan dan pengawasan yang dilakukan secara ketat demi memastikan penumpang dapat bepergian dengan aman dan nyaman.