PLN Ungkap Kronologi 'Power Swing' Pemicu Blackout Sumatra

Konferensi pers terkait blackout Sumatra. Metrotvnews/Muhammad Iqbal Sidiq.

PLN Ungkap Kronologi 'Power Swing' Pemicu Blackout Sumatra

Muhammad Iqbal Sidiq • 25 May 2026 12:36

Jakarta: PT PLN (Persero) mengungkap kronologi di balik pemadaman listrik massal (blackout) yang melumpuhkan lima provinsi di Pulau Sumatra pada Jumat malam, 22 Mei 2026 lalu. Gangguan kelistrikan tersebut dipicu oleh fenomena power swing atau osilasi ekstrem akibat cuaca buruk.

"Ketika aliran arus yang biasanya menuju di jalur timur tadi menuju dari selatan ke utara itu putus, maka aliran tadi berbalik ke selatan dan berpindah ke arah barat, ke arah 275 kV. Nah, perpindahan arus tadi tersebut itu menyebabkan fenomena yang kami sebut power swing," ujar Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
 


Edwin menjelaskan, kelistrikan Pulau Sumatra ditopang oleh dua jalur listrik utama yang mengalirkan daya dari wilayah selatan (Palembang-Lampung) menuju wilayah utara (Riau, Jambi, Sumut, dan Aceh). Kedua jalur tersebut adalah Koridor Timur berkekuatan 500 kV dan Koridor Barat berkekuatan 275 kV.

Masalah bermula pada Jumat pukul 18.44 WIB saat hujan lebat mengguyur wilayah Jambi. Cuaca ekstrem ini menyebabkan dua sirkuit pada transmisi 275 kV ke arah Sumsel 1 mengalami gangguan, yang seketika membuat jalur utama 500 kV di koridor timur keluar dari sistem kelistrikan.

Putusnya jalur timur memaksa jutaan watt aliran listrik berbalik arah secara mendadak ke jalur barat melalui ruas Muara Bungo - Sungai Rumbai. Perpindahan arus raksasa yang terjadi secara tiba-tiba inilah yang memicu efek power swing. 

Demi mencegah kerusakan pembangkit yang lebih luas, sistem pengaman terpaksa melakukan pememutusan jaringan transmisi Muara Bungo - Sungai Rumbai. Akibatnya, sistem kelistrikan Pulau Sumatra terbelah menjadi dua bagian.


PLN ungkap kronologi blackout Sumatra. Foto: Metrotvnews/Muhammad Iqbal Sidiq.

Sisi selatan mengalami kelebihan pasokan daya namun berhasil distabilkan oleh sistem pertahanan PLN. Sementara itu, wilayah utara yang kekurangan pasokan pembangkit langsung merosot tajam membuat pembangkit listrik di bagian utara mati otomatis secara beruntun.

Pihak PLN memastikan pasokan listrik kini sudah pulih sepenuhnya sejak Minggu pagi. Namun, sebagai langkah antisipasi jangka panjang, PLN berkomitmen untuk terus memperkuat sistem agar tidak lagi rentan terhadap gangguan cuaca ekstrem.

"Insyaallah pada hari ini, pembangkit-pembangkit besar sudah masuk. Insyaallah pada hari ini dan sore ini tidak ada terjadi lagi pemadaman di sistem Sumatera," pungkas Edwin.

(Gabriella Thesa Widiari)