Sugiono Sambut Menlu Turki dalam Kunjungan Resmi

Menlu Sugiono saat menyambut Menlu Turki Hakan Fidan. Foto: Kemlu RI

Sugiono Sambut Menlu Turki dalam Kunjungan Resmi

Fajar Nugraha • 3 June 2026 11:27

Jakarta: Menteri Luar Negeri Sugiono menyambut rekannya Menlu Turki Hakan Fidan pada Rabu 2 Juni 2026 di Jakarta.

Pertemuan dilakukan saat kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan, pertahanan, dan keamanan regional.

“Indonesia dan Turki adalah dua negara yang bersatu ketika dibutuhkan, dan Indonesia sangat menghargai dukungan dan solidaritas teguh Turki dalam membela prinsip-prinsip bersama kita,” sebut Menlu Sugiono dikutip dari akun X resmi Menteri Luar Negeri RI.

Fidan mengunjungi Indonesia untuk membahas perluasan kerja sama bilateral, penguatan hubungan perdagangan dan pertahanan, serta mengatasi tantangan keamanan regional dan global.

Kerja sama keamanan dan diplomasi antara kedua negara makin diperkuat saat Menlu Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin pertemuan perdana Menteri Luar Negeri-Menteri Pertahanan (2+2) Indonesia-Turki, bersama dengan Menlu Hakan Fidan, dan Menhan Turki Ya?ar Güler 9 Januari 2026.



Pertemuan 2+2 ini merupakan amanat langsung Presiden kedua negara yang disepakati dalam pertemuan perdana Indonesia–Türkiye High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) pada Februari tahun lalu.

Menlu Sugiono menegaskan bahwa pertemuan 2+2 ini merupakan platform penting untuk memperkuat koordinasi dalam kerangka kemitraan strategis komprehensif kedua negara.

“Indonesia menyelenggarakan pertemuan 2+2 ini hanya dengan sekelompok negara mitra, mencerminkan kepercayaan dan komitmen jangka panjang yang mendalam untuk membangun hubungan bilateral yang lebih kuat dengan Türkiye” ujar Menlu Sugiono, dikutip dari KBRI Istanbul.

Pertemuan 2+2 membahas penguatan kerja sama di bidang-bidang prioritas kedua negara, termasuk pertahanan dan industri pertahanan, energi, perdagangan, dan investasi. Para Menteri juga bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan global yang menjadi perhatian bersama.

Di bidang ekonomi, Indonesia dan Turki sepakat mengenai pentingnya percepatan penyelesaian Preferential Tariff Agreement (PTA) terbatas sebagai langkah awal menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) guna meningkatkan nilai perdagangan bilateral.

Kedua pihak juga mendorong peningkatan kerja sama investasi, termasuk di sektor energi, pertambangan, industri petrokimia, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Terkait isu regional dan global, Indonesia dan Turki menegaskan komitmen sebagai mitra strategis dan negara Global South untuk memperkuat kerja sama multilateral. Kedua negara juga bertukar pandangan mengenai situasi di Palestina, Timur Tengah, kawasan ASEAN dan Pasifik, serta perkembangan global lainnya.

Indonesia juga menegaskan kembali dukungan terhadap keinginan Turki menjadi ASEAN Full Dialogue Partner. Kedua negara juga sepakat untuk terus mendorong kerja sama konkret ASEAN–Turki khususnya di bidang ekonomi.

Sebagai anggota Group of Eight, Indonesia dan Turki mendorong pentingnya gencatan senjata di Gaza, memastikan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta langkah-langkah rekonstruksi kedepan.

(Fajar Nugraha)