Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan saat memantau TPA Tamangapa Antang, di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 6 Februari 2026. MTVN/Muhammad Syawaluddin.
Zulhas Dukung PSEL Dipusatkan di TPA Antang Makassar
Muhammad Syawaluddin • 6 February 2026 16:13
Makassar: Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) akan dipusatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang. Dukungan untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas saat berkunjung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang.
Menurut Zulhas, memaksakan pembangunan di lokasi baru justru akan memicu penolakan masyarakat dan memperlambat proses. "Yang mau dibangun itu di mana? Terus ada lagi di mana? Kalau di sini sudah memang disediakan, tempat pembuangan akhir sampah, lebih gampang prosesnya dan akses keluar masuknya juga sudah ada," kata Zulhas di lokasi, Jumat, 6 Februari 2026.
Zulhas menilai TPA Antang memiliki potensi dan kelayakan untuk dikembangkan sebagai lokasi proyek PSEL. Oleh karena itu, ia menginstruksikan Pemerintah Kota Makassar segera menyiapkan kembali regulasi, perizinan, serta kelengkapan administrasi guna mempercepat
pemindahan lokasi dan realisasi proyek tersebut.
Ia menegaskan, pembangunan fasilitas pengolahan sampah harus mempertimbangkan aspek sosial dan tingkat penerimaan masyarakat. Jika mendapat banyak penolakan dari warga, proyek tersebut justru sulit direalisasikan.
"Kalau banyak perlawanan dari masyarakat menolak, susah itu. Tidak bisa kita paksakan lokasi baru. Ya sudah, di sini saja, di (TPA Antang)," tegasnya.
Zulhas pun menyatakan persetujuannya terhadap rencana pembangunan PSEL/PLTSa di TPA Antang. Ia juga meminta Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, segera menindaklanjutinya dari sisi administratif.
"Oke, sudah Pak Wali. Setuju saya, di sini saja dibangun PSEL PLTSa. Maka segera dibuatkan surat pengajuan tender ulang atau proses apa pun sesuai dengan regulasi yang berlaku," ungkapnya.

Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan saat memantau TPA Tamangapa Antang, di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 6 Februari 2026. MTVN/Muhammad Syawaluddin.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, juga menegaskan, rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)/Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) tetap akan dilaksanakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kecamatan Manggala.
"Ini kami telah mendengarkan arahan langsung dari pemerintah pusat bapak Menko Pangan, serta mendengarkan aspirasi masyarakat mempertimbangkan aspek teknis, sosial, dan efisiensi anggaran," jelasnya.
Munafri menjelaskan bahwa pembangunan PSEL di TPA Antang dinilai lebih efektif dibanding memindahkannya ke lokasi lain. Selain menghindari biaya tambahan, kawasan ini juga telah lama digunakan sebagai tempat pembuangan akhir sampah.
"Kalau menurut saya, lebih bagus dibangun di sini. Kita tidak ada ongkos lagi, tidak ada biaya tambahan, karena ini memang sudah menjadi lokasi TPA sejak lama," ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberadaan PSEL di TPA Antang justru membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk terlibat dalam pengelolaan sampah. Apalagi, distribusi dan alur pengangkutan sampah di kawasan tersebut sudah terbentuk dengan baik.
"Kalau di sini, masyarakat sekitar juga bisa ikut terlibat. Sampah sudah memang cepat masuk ke sini," tuturnya.
Terkait kebutuhan lahan, Munafri menjelaskan bahwa proyek PSEL membutuhkan sekitar lima hingga tujuh hektare yang akan disiapkan oleh pemerintah kota. Saat ini, sebagian besar lahan tersebut sudah tersedia.
"Luas lahan yang dibutuhkan kurang lebih lima sampai tujuh hektare. Sekarang kita sudah membebaskan sekitar empat hektare. Tinggal menyelesaikan pembebasan tambahan, karena masih ada beberapa alas hak yang belum berbentuk sertipikat," jelasnya.
Pemkot Makassar, kata dia, menargetkan penambahan lahan sekitar tiga hektare lagi. Langkah ini dilakukan agar pengaturan alur operasional dan penempatan fasilitas PSEL bisa lebih optimal.
"Kalau ditambah sekitar tiga hektare lagi, flow-nya akan lebih bagus dan posisi fasilitas bisa lebih lugas," katanya.