Kemenhut memperkuat perlindungan habitat orangutan. Foto: Dok. Kemenhut.
Kemenhut Siapkan 87 Ribu Hektare Kawasan Preservasi Orangutan
Fachri Audhia Hafiez • 13 July 2026 19:59
Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) tengah menyiapkan kawasan preservasi seluas 87 ribu hektare di Kalimantan Timur guna memperkuat perlindungan habitat orangutan. Langkah ini diambil sebagai upaya menyelamatkan satwa endemik Indonesia tersebut dari ancaman kehilangan ruang hidup akibat aktivitas industri.
“Jadi ini sudah berproses, dan saya juga sampaikan bahwa ini sudah berproses panjang. Kalau tidak salah, daerah preservasi yang (melibatkan) multistakeholder ini (seluas) 87 ribu hektare,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 13 Juli 2026.
Raja Juli menjelaskan pihak kementerian akan segera menerbitkan surat dukungan resmi serta Surat Keputusan (SK) Pembentukan Kelompok Kerja Konservasi Orangutan Terpadu Lanskap Keraitan. Regulasi ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat karena tinggal menyisakan tahapan administrasi akhir.
“Jadi sekarang sudah pada tahap akhir, nanti saya akan mengeluarkan surat dukungan upaya konservasi orangutan dan perlindungan habitat oleh Conservation Action Network (CAN). Lalu SK Pembentukan Kelompok Kerja Konservasi Orangutan Terpadu Lanskap Keraitan. Insya Allah dalam satu-dua hari ini selesai,” ucap Raja Juli.
Kawasan preservasi tersebut nantinya difungsikan sebagai koridor satwa khusus yang menghubungkan berbagai habitat orangutan di bentang alam Lanskap Keraitan. Keberadaan koridor ini diharapkan mampu meminimalisasi konflik satwa dengan area konsesi komersial.
.jpeg)
Kemenhut memperkuat perlindungan habitat orangutan. Foto: Dok. Kemenhut.
“Supaya apa yang selama ini kita lihat, ada orangutan yang keleleran di daerah-daerah tambang, sekarang juga anak bayi orangutan, nanti bisa kita selamatkan lebih banyak lagi bayi orangutan dengan membentuk daerah preservasi seperti yang diajukan teman-teman,” tutur Raja Juli.
Kemenhut memastikan bakal terus memantau perkembangan proyek ini secara intensif bersama CAN. Sejauh ini, seluruh perusahaan pemegang izin usaha yang beroperasi di wilayah tersebut diklaim telah berkomitmen dan menandatangani kesepakatan bersama untuk menjaga kelestarian ruang hidup orangutan.