Para tokoh adat Gorontalo yang hadir dalam sidang penentu gelar adat untuk mendiang Rahmat Gobel, Jumat (10/7/2026). ANTARA/Faradila Alim
Dewan Adat Gorontalo Beri Gelar Kehormatan Anumerta untuk Almarhum Rachmat Gobel
Whisnu Mardiansyah • 11 July 2026 00:00
Gorontalo: Dewan Adat Gorontalo menganugerahkan gelar adat anumerta Taa Lo'o Lamahe Lipu kepada almarhum Rachmat Gobel dalam sidang adat yang berlangsung di Gorontalo pada Jumat, 10 Juli 2026. Penghormatan ini diberikan atas dedikasi almarhum bagi daerah dan bangsa.
Ketua Harian Dewan Adat Gorontalo, Alim Niode, menyampaikan bahwa pemberian gelar ini merupakan rangkaian dari proses penghormatan pasca pemakaman Rachmat Gobel di Jakarta.
"Acara ini satu rangkaian dengan proses pemakaman. Karena pemakaman dilaksanakan di Jakarta, prosesi sidang adat pemberian garai dilaksanakan di Gorontalo," ujar Alim, seperti dilansir Antara, Jumat, 10 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pemberian garai bagi orang yang telah wafat memiliki dua makna. Pertama sebagai doa untuk almarhum, dan kedua sebagai teladan bagi yang masih hidup agar meneladani nilai-nilai luhur yang ditinggalkan.
"Tujuan pertama adalah doa bagi almarhum agar mendatangkan kemaslahatan baginya. Yang kedua, sebagai nasihat bagi kita yang masih hidup, sekaligus menjadi inspirasi dan motivasi," kata Alim.
Penetapan garai dilakukan melalui musyawarah para tetua adat dari lima negeri adat Gorontalo bersama perwakilan daerah adat lainnya. Berbagai usulan mengerucut menjadi satu gelar: Taa Lo'o Lamahe Lipu, singkatan dari Taa Lomaya lo Batanga, lo Dunga lo Nyawa, lo Tombulu lo Upango ode Lamahu Lipu.
Gelar tersebut bermakna putra terbaik Indonesia asal Gorontalo yang mengabdikan jiwa, raga, dan harta untuk kemakmuran negeri.
Alim menambahkan, para pemangku adat menilai Rachmat Gobel sebagai sosok yang konsisten dalam pengabdian dan warisan nilai-nilai kebaikan. Hingga akhir hayatnya, ia tidak pernah memikirkan kepentingan pribadi, keluarga, atau bisnisnya, melainkan terus memikirkan kemajuan Gorontalo.

Rachmat Gobel. Foto: MI.
"Sampai akhir hayatnya beliau tidak pernah berbicara mengenai kepentingan dirinya, keluarganya ataupun bisnisnya. Yang beliau pikirkan adalah bagaimana Gorontalo bisa terus berkembang dan memperoleh dukungan pembangunan," ujar Alim.
Dewan Adat juga menilai kiprah Rahmat Gobel tidak hanya berdampak di Gorontalo, tetapi juga di tingkat nasional. Hal ini menjadi salah satu alasan gelar yang diberikan memiliki bobot makna yang istimewa.
"Garai yang diberikan kepada beliau berbeda dengan sebelumnya, karena pengabdiannya tidak hanya dikenal di Gorontalo, tetapi juga di tingkat nasional. Itu menjadi salah satu alasan mengapa gelar yang diberikan memiliki makna yang begitu besar," kata Alim.
Gelar ini nantinya akan diumumkan kepada masyarakat dan dipahat pada makam almarhum sebagai bentuk warisan adat dan pengingat akan jasa-jasa Rachmat Gobel bagi bangsa dan daerah