Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara Hadapi Dugaan Serangan Drone Iran

Ilustrasi pencegatan dalam serangan drone. (Anadolu Agency)

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara Hadapi Dugaan Serangan Drone Iran

Muhammad Reyhansyah • 15 July 2026 11:58

Kuwait City: Militer Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk menghadapi serangan drone yang disebut berasal dari Iran, di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Amerika Serikat (AS).

Dalam pernyataannya pada Rabu, 15 Juli 2026, Angkatan Bersenjata Kuwait mengatakan sistem pertahanan udara sedang merespons "serangan drone yang bersifat bermusuhan."

Militer juga memperingatkan bahwa ledakan yang terdengar di sejumlah wilayah merupakan hasil intersepsi terhadap drone yang masuk.

Mengutip Anadolu, otoritas Kuwait meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan keselamatan yang dikeluarkan pemerintah.

Beberapa jam sebelumnya, otoritas melaporkan kebakaran di sebuah lokasi yang disebut menjadi sasaran serangan Iran berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa. Pemerintah tidak mengungkap jenis maupun lokasi fasilitas yang terdampak.

Di saat yang sama, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengaktifkan sirene serangan udara dan mengimbau warga segera menuju lokasi perlindungan terdekat. Militer Bahrain sebelumnya mengklaim telah mencegat dan menghancurkan serangan udara yang disebut dilancarkan Iran.

Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz. Kedua negara kembali saling melancarkan serangan meski sebelumnya telah menyepakati nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai.

Baca juga:  Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-1 Milik AS di Selat Hormuz

(Willy Haryono)