Kebakaran hutan di Almeria, Spanyol, menewaskan sedikitnya 12 orang. (Anadolu Agency)
Gelombang Panas Picu Kebakaran Mematikan di Spanyol, 12 Orang Tewas
Willy Haryono • 11 July 2026 20:58
Madrid: Ratusan petugas pemadam kebakaran yang didukung helikopter dan pesawat pemadam masih berupaya mengendalikan salah satu kebakaran hutan paling mematikan di Spanyol dalam beberapa tahun terakhir setelah sedikitnya 12 orang tewas di Provinsi Almeria.
Dikutip dari India Today, Sabtu, 11 Juli 2026, otoritas setempat mengatakan kebakaran telah menghanguskan sekitar 66 kilometer persegi kawasan hutan dan lahan pertanian sejak pertama kali muncul pada Kamis malam di dekat pegunungan Sierra de Los Filabres.
Meski kondisi cuaca mulai membaik dengan angin yang lebih lemah dan tingkat kelembapan yang meningkat, skala kebakaran masih menjadi tantangan besar bagi tim pemadam.
Sebanyak 1.448 warga dari 11 kawasan telah dievakuasi untuk menghindari pergerakan api yang cepat akibat suhu ekstrem yang melanda Spanyol dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala layanan darurat Andalusia, Antonio Sanz, mengatakan petugas pemadam melakukan pembakaran terkendali di sepanjang perimeter kebakaran sepanjang malam guna memperlambat penyebaran api.
Namun, menurutnya, luas area yang terbakar membuat proses pengendalian masih sangat sulit dilakukan.
Sebagian besar korban tewas diduga merupakan warga negara asing yang mengabaikan instruksi untuk tetap berlindung di tempat aman.
Tujuh korban meninggal ditemukan saat mencoba melarikan diri dengan berjalan kaki setelah meninggalkan kendaraan mereka.
Pemerintah daerah Andalusia menyebut empat korban diduga merupakan warga negara Inggris setelah petugas menemukan mobil yang hangus terbakar dengan posisi setir di sisi kanan, sebagaimana kendaraan yang digunakan di Inggris.
Otoritas mengatakan proses autopsi telah selesai dilakukan dan sampel DNA telah dikumpulkan untuk memastikan identitas para korban.
Gelombang Panas Ekstrem
Seorang warga bernama Jeffrey Kember menceritakan dirinya dan istrinya terpaksa melarikan diri menggunakan mobil terpisah ketika api mulai mendekati rumah mereka di Los Pinos.Menurut Kember, dirinya sempat membantu seorang tetangga yang membawa dua balita sebelum akhirnya kehilangan kontak dengan istrinya yang tidak membawa telepon genggam.
"Saya mengemudi melewati kobaran api. Saya tidak bisa berhenti dan hanya bisa terus melaju," katanya kepada Associated Press.
Otoritas Spanyol juga menangkap dua orang karena melanggar perintah evakuasi dan kembali memasuki kawasan berisiko tinggi.
Sementara itu, pencarian korban tambahan masih dilakukan di wilayah Bedar.
Menteri Kehakiman Spanyol Felix Bolanos mengatakan kebakaran di Almeria menunjukkan dampak nyata dari krisis iklim yang sedang terjadi. Ia menyebut pada puncaknya api bergerak dengan kecepatan hingga 100 meter per menit.
Spanyol dalam beberapa tahun terakhir kerap dilanda gelombang panas ekstrem dengan suhu yang sering melampaui 40 derajat Celsius.
Kombinasi suhu tinggi, angin kencang, dan curah hujan rendah membuat kebakaran kecil dapat berkembang menjadi bencana besar dalam waktu singkat.
Pada Juni lalu, Spanyol mencatat lebih dari 1.000 kematian berlebih selama periode suhu ekstrem. Gelombang panas juga melanda sejumlah negara Eropa lainnya.
Kebakaran Hutan di Eropa
Di Prancis, beberapa kebakaran hutan masih aktif pada Sabtu ketika suhu di sejumlah wilayah mencapai 40 derajat Celsius.Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan sedikitnya 32 orang telah ditangkap sejak awal musim panas karena diduga terlibat dalam kebakaran hutan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut sembilan dari sepuluh kebakaran hutan dipicu oleh aktivitas manusia.
Lebih dari 25.000 hektare lahan telah terbakar di Prancis sejak awal 2026, hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Copernicus Climate Change Service milik Uni Eropa, Eropa merupakan benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia dengan peningkatan suhu dua kali lebih cepat dibanding rata-rata global sejak dekade 1980-an.
Spanyol sendiri bukan negara asing bagi bencana kebakaran hutan.
Data European Forest Fire Information System menunjukkan lebih dari 393.000 hektare lahan terbakar di negara tersebut sepanjang musim kebakaran tahun lalu.
Kebakaran paling mematikan dalam sejarah modern Spanyol terjadi pada 1979 di Lloret de Mar yang menewaskan 21 orang.
Sementara itu, Portugal mencatat salah satu tragedi kebakaran terburuk di Eropa pada 2017 ketika 66 orang meninggal dunia dalam kebakaran di Pedrogao Grande, termasuk 47 orang yang tewas di jalan raya saat mencoba melarikan diri menggunakan kendaraan mereka.
Baca juga: Kebakaran Hutan Melanda Wilayah Eropa Selatan, Pemadaman Api Dilakukan Lewat Darat dan Udara