Menjelajahi Tokyo hingga Kawaguchiko, Menikmati Harmoni Tradisi dan Modernitas Jepang

Kawaguchiko menjadi salah satu destinasi terbaik menikmati panorama Gunung Fuji. (Foto: Dok. Metro TV)

Menjelajahi Tokyo hingga Kawaguchiko, Menikmati Harmoni Tradisi dan Modernitas Jepang

Patrick Pinaria • 9 July 2026 21:34

Jakarta: Tokyo menawarkan pengalaman wisata yang memadukan kekayaan budaya, kawasan modern, hingga panorama alam yang memikat. Dari kawasan bersejarah Asakusa, pusat belanja Ginza dan Shibuya, hingga keindahan Gunung Fuji di Kawaguchiko, setiap destinasi menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

Program Journey: Way to Explore di Metro TV mengajak penonton menyusuri berbagai destinasi ikonik di Jepang, mulai dari Asakusa hingga Kawaguchiko. Sebelum memulai perjalanan, wisatawan disarankan menyiapkan berbagai kebutuhan selama berada di Jepang, termasuk metode pembayaran yang praktis.

"Sebelum berangkat jangan lupa siapin kartu Debit wondr Multicurrency dan siapkan valas sesuai negara tujuan kita ya. Mulai dari nabung, top up valas, semua bisa dilakukan," ujar jurnalis Metro TV, Sarah Ruhendi.

Perjalanan diawali dari Asakusa, salah satu kawasan yang masih mempertahankan nuansa Tokyo masa lalu. Distrik ini menjadi tujuan favorit wisatawan karena memadukan budaya, sejarah, dan suasana tradisional Jepang yang masih terasa kuat. Ikon utamanya adalah Senso-ji, kuil tertua sekaligus salah satu yang paling terkenal di Tokyo.


Senso-ji di Asakusa menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di Tokyo. (Foto: Dok. Metro TV)

Memasuki area kuil, wisatawan disambut Gerbang Kaminarimon dengan lentera merah raksasa yang menjadi ikon kawasan tersebut. Selain menikmati suasana kuil, pengunjung juga dapat mencoba Omikuji, tradisi mengambil ramalan keberuntungan yang telah dilakukan secara turun-temurun. Jika memperoleh ramalan baik, kertas ramalan dapat disimpan sebagai kenang-kenangan, sedangkan hasil yang kurang baik biasanya diikatkan di area kuil.

Usai mengunjungi Senso-ji, perjalanan berlanjut ke Nakamise Street yang dikenal sebagai salah satu jalan perbelanjaan tertua di Jepang. Kawasan ini dipenuhi deretan toko yang menjual beragam suvenir serta jajanan khas Jepang. Salah satu kuliner yang dicoba dalam perjalanan adalah Melonpan, roti manis yang menjadi favorit wisatawan.

Di sela perjalanan, rombongan juga bertemu wisatawan asal Indonesia yang membagikan pengalaman selama berlibur di Jepang. Menurut mereka, kemudahan transportasi hingga sistem pembayaran menjadi salah satu hal yang membuat perjalanan terasa nyaman.

"Experience-nya cukup mudah ya. Apalagi kemarin sih nyoba beberapa tempat sudah pakai QRIS-nya Indonesia udah ada gitu kan. Terus pakai visa juga aman," kata salah seorang wisatawan asal Indonesia.
 



Dari kawasan Asakusa, perjalanan dilanjutkan menuju Tokyo Skytree yang menjulang setinggi 634 meter. Menara tertinggi di Jepang tersebut menawarkan panorama 360 derajat Kota Tokyo, termasuk pemandangan Sungai Sumida dan Sungai Arakawa dari ketinggian. Pengunjung juga dapat menuliskan harapan pada sebuah pita yang kemudian diikatkan bersama ratusan harapan lainnya.

Menjelang malam, perjalanan berlanjut ke Ginza, salah satu kawasan belanja paling terkenal di Tokyo. Berbagai produk khas Jepang, mulai dari perlengkapan kecantikan, fesyen, alat tulis, hingga suvenir dapat ditemukan di Ginza Loft.

Kemudahan transaksi juga menjadi bagian dari pengalaman berbelanja. Kartu debit wondr multicurrency, salah satu fitur transaksi lintas negara milik BNI, dapat digunakan untuk bertransaksi di 32 negara dengan metode tap maupun dip pada mesin EDC. Untuk transaksi dengan nominal lebih besar, pengguna dapat menggunakan metode insert card atau dip agar transaksi tetap berjalan lancar.


Kartu debit wondr multicurrency memudahkan transaksi wisatawan selama berada di luar negeri. (Foto: Dok. Metro TV)

Melalui aplikasi wondr by BNI, pengguna dapat menyiapkan tabungan wondr multicurrency dengan mata uang sesuai negara tujuan sebelum keberangkatan. Saldo tersebut kemudian dapat digunakan untuk mendukung transaksi selama berada di luar negeri menggunakan kartu debit wondr multicurrency sehingga perjalanan menjadi lebih praktis.

Setelah menikmati suasana pusat perbelanjaan, perjalanan berlanjut menuju Ueno Park, salah satu taman favorit warga lokal maupun wisatawan di Tokyo. Sebelum menikmati suasana taman, wisatawan dapat mampir ke konbini atau convenience store yang banyak dijumpai di berbagai sudut kota untuk membeli makanan ringan maupun kopi.

"Untung aku bawa kartu debit wondr multicurrency yang memudahkan transaksi aku semakin praktis. Tinggal tap, tap, tap," kata Sarah.

Ueno Park menawarkan suasana yang tenang di tengah padatnya Kota Tokyo. Deretan pepohonan, jalur pejalan kaki, dan ruang terbuka hijau menjadikannya lokasi favorit untuk berjalan santai, berolahraga, hingga sekadar menikmati udara segar. Taman ini juga menjadi salah satu lokasi hanami paling populer saat musim semi, namun tetap menarik dikunjungi sepanjang tahun.

Perjalanan kemudian mengarah ke Shibuya yang dikenal sebagai pusat gaya hidup anak muda sekaligus simbol dinamisnya Tokyo. Kawasan ini memiliki sejumlah ikon, mulai dari Shibuya Crossing yang menjadi salah satu penyeberangan tersibuk di dunia hingga Patung Hachiko yang dibangun untuk mengenang kesetiaan seekor anjing Akita bernama Hachiko.
 

Di kawasan Shibuya, wisatawan juga dapat berbelanja di Don Quijote atau Donki yang menawarkan beragam produk khas Jepang. Saat bertransaksi menggunakan kartu debit wondr multicurrency, pembayaran dilakukan langsung menggunakan mata uang lokal.


Shibuya Crossing menjadi salah satu ikon modern Kota Tokyo. (Foto: Dok. Metro TV)

Pengguna juga perlu memperhatikan batas transaksi menggunakan metode tap yang mencapai Rp1 juta per hari. Apabila melebihi nominal tersebut, transaksi dapat dilakukan dengan metode dip sehingga pembayaran tetap berjalan lancar.

Suasana Tokyo yang modern semakin terasa ketika malam tiba di kawasan Shinjuku, khususnya Kabukicho. Kawasan ini dipenuhi restoran, pusat permainan, serta berbagai tempat hiburan yang tetap ramai hingga larut malam. Salah satu aktivitas yang menarik perhatian wisatawan adalah mencoba mesin gacha yang banyak ditemui di berbagai sudut kota dan telah menjadi bagian dari budaya populer Jepang.

Perjalanan kemudian ditutup di Kawaguchiko, salah satu destinasi terbaik untuk menikmati panorama Gunung Fuji. Dari Tokyo, wisatawan dapat menuju kawasan ini menggunakan bus dari Busta Shinjuku atau Shinjuku Expressway Bus Terminal dengan waktu tempuh sekitar dua hingga dua setengah jam.

Setibanya di Kawaguchiko, wisatawan dapat menikmati suasana alam yang jauh lebih tenang dibandingkan Tokyo. Bersepeda mengelilingi kawasan danau menjadi salah satu cara untuk menikmati pemandangan Gunung Fuji dari berbagai sudut, sekaligus berhenti sewaktu-waktu untuk mengabadikan momen.

"Berbeda dengan suasana Tokyo yang padat dan sibuk, Kawaguchiko menawarkan pemandangan yang jauh lebih tenang dengan udara sejuk dan suasana alam yang menyegarkan," kata Sarah menjelaskan.

Selain menikmati panorama alam, wisatawan juga dapat mencicipi Hoto, kuliner khas Prefektur Yamanashi berupa mi pipih tebal yang disajikan bersama labu kuning, sayuran musiman, dan kuah miso. Pengalaman bersantap pun semakin praktis karena pembayaran di restoran sekitar Kawaguchiko juga dapat dilakukan menggunakan kartu debit wondr multicurrency.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana perpaduan budaya tradisional, kehidupan modern, hingga keindahan alam Jepang dapat dinikmati dalam satu rangkaian perjalanan. Dukungan kemudahan transaksi juga menjadi salah satu faktor yang membantu wisatawan menikmati setiap destinasi dengan lebih nyaman selama berada di Jepang.


                                                         

(Patrick Pinaria)