Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menuduh AS berupaya menekan ekonomi Havana. (Anadolu Agency)
Presiden Kuba Diaz-Canel Tuduh AS Berupaya Mencekik Ekonomi Kuba
Willy Haryono • 26 August 2026 16:22
Havana: Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menuduh Amerika Serikat (AS) berupaya mencekik perekonomian Kuba untuk memicu keruntuhan negara tersebut.
Díaz-Canel juga membantah anggapan bahwa Kuba berada di ambang kehancuran. Ia menegaskan Havana tetap membuka jalur diplomasi dengan Washington, tetapi menolak dialog yang dilakukan di bawah tekanan.
"Tidak akan ada dialog di bawah penindasan. Kita perlu mencari jalur dialog tanpa prasyarat," kata Díaz-Canel, sebagaimana dilansir Yeni ?afak, Rabu (26/8).
Menurutnya, jalur diplomasi antara Kuba dan Washington masih mengalami kebuntuan meskipun sejumlah pejabat kedua negara tetap melakukan kontak informal.
Díaz-Canel mengatakan Havana menginginkan dialog yang berlangsung tanpa tekanan maupun paksaan dari pihak luar.
Soroti Tekanan Ekonomi AS
Díaz-Canel secara khusus menyinggung pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengenai upaya Washington menghilangkan berbagai alternatif ekonomi yang tersedia bagi Kuba.
Ia menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi tekanan ekonomi AS terhadap Havana.
Presiden Kuba itu kembali menolak negosiasi yang dilakukan di bawah tekanan. Namun, ia mengatakan pejabat pemerintah Kuba masih menjalin komunikasi secara sporadis dengan mitra mereka di AS.
Pernyataan Díaz-Canel disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan hubungan bilateral setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memperkuat tekanan dan sanksi terhadap Havana.
Díaz-Canel menegaskan Kuba akan mempertahankan kedaulatannya dari campur tangan pihak luar. Di sisi lain, Havana tetap membuka peluang untuk memperbaiki hubungan dengan Washington apabila AS menghentikan kebijakan yang dinilainya bersifat memaksa. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Menlu Kuba Salahkan Embargo AS atas Krisis Listrik Nasional