Taruna Merah Putih Jabar Santuni Anak Yatim, Junico Siahaan Soroti Pengangguran dan Pendidikan

Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim DPD Taruna Merah Putih Jabar. (Dok. TMP Jawa Barat)

Taruna Merah Putih Jabar Santuni Anak Yatim, Junico Siahaan Soroti Pengangguran dan Pendidikan

Duta Erlangga • 18 March 2026 18:20

Jakarta: DPD Taruna Merah Putih (TMP) Jawa Barat menggelar acara buka Bersama dan santunan anak Yatim, pada Minggu, 8 Maret 2026.

Kegiatan Silahturahmi Ramadan yang digelar di Hotel Vue Palace, Kota Bandung tersebut dihadiri pengurus DPP TMP, termasuk Ketua DPP Junico Siahaan Meidy Akhmad dan Octavianus Kandouw.

Turut hadir Sekretaris DPD TMP Jabar Adityarini Napitupulu dan jajaran serta Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari.

Ketua DPP Taruna Merah Putih (TMP), Junico Siahaan, menyoroti dua persoalan utama yang dihadapi generasi muda, yakni sulitnya mendapatkan lapangan kerja bagi lulusan SMA/SMK hingga perguruan tinggi, serta tantangan dunia digital yang semakin kompleks.
 

Ketua DPP Taruna Merah Putih (TMP), Junico Siahaan. (Dok. TMP Jawa Barat)
 
Dalam sambutannya, ia menegaskan Taruna Merah Putih (TMP) sebagai organisasi kepemudaan harus bergerak lebih konkret dan tidak sekadar menjadi forum diskusi.

“Taruna Merah Putih harus menjadi solusi. Di Jawa Barat, jangan hanya bicara, tapi wujudkan langkah konkret untuk membantu pemuda mengatasi masalah ini,” tegas anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
 
Baca Juga:

Megawati Kirim Ucapan Selamat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei


Junico juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam gerakan organisasi. Menurutnya, aktivitas tidak boleh hanya fokus pada mobilisasi massa menjelang agenda politik, tetapi harus konsisten menyerap aspirasi, mendekati masyarakat, dan merumuskan solusi yang relevan.

Ia turut menyoroti persoalan pendidikan yang masih menghadapi berbagai kendala di sejumlah daerah. Salah satunya kasus anak di Nusa Tenggara Timur yang putus sekolah akibat keterbatasan fasilitas.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dan legislatif untuk memastikan akses pendidikan tetap terjaga.

“Anggaran pendidikan jangan sampai dikorbankan. Program apapun boleh jalan, termasuk MBG, tapi jangan sampai kebutuhan krusial seperti pendidikan terabaikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, TMP Jawa Barat juga menyalurkan santunan berupa tas sekolah dan alat tulis kepada puluhan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Ini wujud kepedulian kami. Semoga sedikit membantu meringankan beban mereka,” tutup Junico.

Kegiatan ini menjadi momentum TMP Jabar untuk memperkuat peran sebagai jembatan solusi bagi generasi muda, sekaligus menegaskan komitmen PDI Perjuangan dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan anak bangsa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)