RS KEI Ditargetkan Dikelola Pemkot Solo Lima Tahun ke Depan

Menkes Budi Gunadi Sadikin bersama Dubes UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri dan Wali Kota Solo Respati Ardi. Metrotvnews.com/ Triawati

RS KEI Ditargetkan Dikelola Pemkot Solo Lima Tahun ke Depan

Triawati Prihatsari • 29 January 2026 15:26

Solo: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan transisi pengelolaan Rumah Sakit (RS) Kardiologi Emirate Indonesia (KEI) oleh Pemkot Solo ditargetkan terealisasi dalam waktu lima tahun ke depan. Terkait itu, masa transisi akan dilakukan pihak RS dibawah manajemen RSUP dr Sardjito Yogyakarta.

"Lima tahun ini periode yang pendek. Karena yang saya mau tidak hanya keahlian dokternya saja ya. Tapi juga tata kelola rumah sakit harus ditransfer, termasuk budaya melayaninya, gimana nyatat keuangannya, penting itu. Itu dalam waktu lima tahun harus dari sekarang ditraining. Jadi saya nitip dalam lima tahun ini dipersiapkan transisinya," beber Budi, usai meninjau RS KEI Solo, Kamis, 29 Januari 2026. 


Presiden Prabowo Subianto meresmikan RS KEI di Solo, 19 November 2025. (metrotvnews.com/Tria)

Terkait transisi tersebut, pihaknya meminta Wali Kota Solo untuk melibatian tenaga-tenaga ahli muda. Ia berharap tenaga ahli dapat dipersiapkan dengan matang pada masa transisi RS KEI.

"Saya sudah bilang ke Pak Wali (Wali Kota Solo), dikasih yang muda-muda, ang semangat-semangat, yang pintar-pintar, yang haus-haus belajar supaya mereka belum terpatri itu budaya lamanya gitu ya. Nanti orang-orang mudanya Pak Wali ini akan kita akselerasi kemampuan skill-nya, kemampuan manajemennya, kemampuan tata kelolanya supaya nanti dalam lima tahun bisa ganti," beber Budi. 

Dia mengakui hingga kini RS KEI Solo masih melayani pasien limpahan dari RSUP Sardjito. Kendati demikian, pihaknya terus mendorong layanan RS KEI dapat diakses seluruh masyarakat dari semua kalangan hingga tingkat bawah.

"Memang sebagian besar masih mendapat limpahan dari Sarjito. Karena kita masih dalam proses untuk mendapatkan persetujuan BPJS untuk rumah sakit ini. Itu sebabnya tadi Pak Wali sudah sampaikan. Beliau akan bantu mempercepat lah. Karena begitu bantu mempercepat, nanti teman-teman yang dari Solo yang BPJS bisa menikmati ini enggak usah bayar. Tapi ini juga terbuka, saya enggak tahu ada enggak yang dari Solo tapi yang masih berbayar," ungkap Budi. 

Sementara itu, Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri menegaskan pihaknya siap memberikan dukungan kepada Indonesia, termasuk dalam pengelolaan RS KEI di Solo. Kendati demikian, ia mengatakan dukungan ddapat diberikan dalam bentuk perlengkapan alat kesehatan atau lainnya. 

"UEA akan selalu siap memberikan dukungan kepada negara saudara kita, yaitu Republik Indonesia. Di bidang khusus ini, kami sedang mempelajari cara untuk memberikan dukungan, bukan berupa dukungan finansial, tetapi berupa perlengkapan medis dan sumber daya lain yang akan membantu rumah sakit beroperasi secara profesional dan efisien. Jadi, ini adalah salah satu cara untuk memberikan dukungan," ungkapnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)