Iran berencana melakukan latihan militer di Selat Hormuz pada 1 Februari 2026. (Anadolu Agency)
Ledakan Tewaskan Satu Orang di Pelabuhan Iran, Sehari Jelang Latihan Militer
Willy Haryono • 1 February 2026 09:19
Bandar Abbas: Sebuah ledakan mengguncang sebuah gedung apartemen di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran pada Sabtu kemarin, atau sehari sebelum rencana latihan angkatan laut Iran di Selat Hormuz.
Dikutip dari CBS News, Minggu, 1 Februari 2026, ledakan tersebut menewaskan seorang anak perempuan berusia 4 tahun, sementara media lokal melaporkan sedikitnya 14 orang lainnya mengalami luka-luka. Rekaman yang beredar di media Iran juga memperlihatkan seorang anggota pasukan keamanan dievakuasi menggunakan tandu oleh tim penyelamat.
Menurut laporan televisi pemerintah Iran, seorang pejabat pemadam kebakaran setempat menyebut ledakan tersebut disebabkan oleh kebocoran gas. Namun, sejumlah detail dalam rekaman video memicu perhatian publik, termasuk keberadaan aparat keamanan di lokasi kejadian.
Salah satu media lokal, Sobh-e Sahel, menayangkan laporan langsung dari depan gedung apartemen yang rusak. Dalam tayangan tersebut, tampak seorang pria berseragam hijau khas pasukan keamanan Iran dibawa keluar menggunakan tandu.
Ia mengenakan penyangga leher dan terlihat kesakitan, dengan tangan kirinya menutupi lambang kesatuan di seragamnya. Media tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai identitas aparat tersebut.
Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps hanya menanggapi secara terbatas dengan membantah adanya komandan angkatan laut Garda Revolusi yang terluka dalam insiden tersebut.
Ketegangan Regional
Ledakan di Bandar Abbas terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Iran dijadwalkan menggelar latihan angkatan laut pada Minggu dan Senin di Selat Hormuz, jalur strategis sempit yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Militer Amerika Serikat sebelumnya telah memperingatkan Iran agar tidak mengancam kapal perang maupun lalu lintas komersial di kawasan tersebut.Masih pada Sabtu, ledakan lain yang juga dikaitkan dengan kebocoran gas terjadi di kota Ahvaz, Iran barat daya, yang dilaporkan menewaskan lima orang, menurut media pemerintah.
Situasi keamanan Iran turut dibayangi pernyataan keras dari Donald Trump, yang sebelumnya mengancam kemungkinan serangan militer terhadap Iran terkait kematian demonstran dan dugaan eksekusi massal terhadap warga yang ditahan dalam aksi protes besar.
Dalam wawancara dengan CBS News pada Kamis malam, Trump mengatakan telah melakukan komunikasi dengan pihak Iran dalam beberapa hari terakhir dan berencana melanjutkan pembicaraan.
“Saya menyampaikan dua hal kepada mereka: pertama, tidak ada nuklir. Kedua, hentikan pembunuhan terhadap para demonstran,” ujar Trump.
Potensi Negosiasi AS-Iran
Menurut Trump, sedikitnya 10 kapal perang Amerika Serikat, termasuk sebuah kapal induk dan lima kapal perusak, telah bergerak menuju perairan dekat pantai Iran.“Kami memiliki kapal-kapal besar dan sangat kuat yang sedang berlayar menuju Iran,” katanya. “Akan sangat baik jika kami tidak perlu menggunakannya.”
Di sisi lain, pejabat keamanan senior Iran, Ali Larijani, menulis di platform X bahwa “pengaturan struktural untuk negosiasi sedang mengalami kemajuan.” Gedung Putih belum memberikan klarifikasi resmi mengenai adanya negosiasi langsung antara Washington dan Teheran.
Upaya de-eskalasi juga datang dari kawasan Timur Tengah. Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menyerukan penurunan ketegangan dan menyatakan Mesir berupaya mempertemukan Amerika Serikat dan Iran guna mencapai penyelesaian damai atas isu nuklir Iran, usai berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Sementara itu, pemerintah Qatar menyatakan bahwa Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani telah mengunjungi Teheran dan bertemu dengan Larijani untuk membahas upaya meredakan ketegangan di kawasan.
Baca juga: Menhan Arab Saudi: Iran Akan Semakin Kuat Jika AS Tak Segera Bertindak