Helikopter tipe Super Puma AS332L saat tiba di Bandar Udara Iskandar. ANTARA/HO-BPBD Kobar.
Helikopter Water Bombing Diprioritaskan Padamkan Karhutla di TN Tanjung Puting
Silvana Febiari • 22 September 2026 19:14
Kotawaringin Barat: Helikopter water bombing diprioritaskan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Kawasan itu merupakan habitat berbagai satwa dilindungi.
"Untuk prioritas pemadaman udara, kami akan arahkan ke kawasan TNTP. Kawasan itu merupakan habitat berbagai satwa dilindungi, khususnya orangutan," kata Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Samuel, dilansir dari Antara, Selasa, 22 September 2026.
Dia membenarkan helikopter Super Puma AS332L registrasi C-FPUM tiba di Bandara Iskandar pada Sabtu, 19 September 2026. Helikopter dikerahkan untuk membantu pemadaman di sejumlah titik api yang sulit dijangkau tim darat.
"Untuk pengoperasian helikopter water bombing tersebut akan disesuaikan pada kondisi serta kebutuhan pemadaman di lapangan, serta untuk mobilisasi pemadaman ke sana nanti dengan memanfaatkan pendekatan sumber air dari sungai sekitar," ujarnya.
Berdasarkan data monitoring, kebakaran hutan di kawasan TNTP mencapai sekitar 4.524 hektare. Kebakaran terjadi pada 27 Agustus hingga 13 September 2026 di Tanjung Rengas, Pesalat, Sungai Cabang, Teluk Pulai, Pembuang Hulu, Sungai Baung, dan Sungai Perlu.

Pemadaman karhutla di lintas jalan Pangkalan Bun-Kolam. ANTARA/HO-Prokom Kobar.
Karhutla terluas tercatat di Kabupaten Kotawaringin Barat, yakni Desa Sungai Cabang seluas 1.113,7 hektare dan Desa Teluk Pulai 1.062,2 hektare. Sementara di Kabupaten Seruyan, kebakaran terjadi di Pembuang Hulu seluas 600 hektare, Sungai Baung 666,5 hektare, dan Sungai Perlu 929,2 hektare.
Semuel mengungkapkan dengan tambahan dukungan udara ini diharapkan dapat memaksimalkan dan mempercepat penanganan karhutla di Kabupaten Kobar.
"Terutama dalam mencegah api meluas, khususnya pada titik-titik lokasi yang sulit ditembus personel, maupun kendaraan pemadam akibat keterbatasan akses," ujar Samuel.