Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Metro TV/Aris Setya.
Kereta Api Luar Jawa Jadi Kunci Tekan Biaya Logistik Nasional
Aris Setya • 22 April 2026 13:58
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mendorong percepatan pengembangan jaringan perkeretaapian di luar Pulau Jawa. Proyek strategis ini diprioritaskan sebagai solusi utama untuk menekan tingginya biaya logistik nasional, mengurangi ketimpangan wilayah, serta memperkuat konektivitas antar-pulau.
“Dengan membangun jaringan kereta api yang terintegrasi, kita bisa menekan biaya logistik secara signifikan dan meningkatkan daya saing ekonomi antarwilayah,” ujar Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa, 21 April 2026.
AHY mengungkapkan bahwa kontribusi kereta api terhadap angkutan logistik nasional saat ini masih sangat rendah, yakni sekitar 1 persen. Padahal, transportasi berbasis rel memiliki keunggulan besar dalam hal efisiensi biaya dan ramah lingkungan.
Menurutnya, percepatan pembangunan rel di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mengoreksi kesenjangan investasi infrastruktur selama ini.
Untuk mewujudkan integrasi logistik tersebut, pemerintah menargetkan penambahan jaringan hingga 14.000 kilometer serta reaktivasi jalur lama. Proyek ambisius ini diperkirakan membutuhkan investasi mencapai Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun hingga tahun 2045. AHY menekankan pentingnya skema pembiayaan kreatif (creative financing) di luar APBN untuk mendukung keberlanjutan proyek tersebut.
“Harus ada creative financing, kolaborasi dengan swasta, dan keterlibatan berbagai pihak,” jelas AHY.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Metro TV/Aris Setya.
AHY menekankan bahwa pembangunan perkeretaapian di luar Jawa tidak boleh dilakukan secara parsial. Jaringan rel harus terhubung langsung dengan pusat-pusat ekonomi dan kawasan industri di tiap wilayah agar dampak terhadap penurunan biaya logistik benar-benar terasa oleh masyarakat dan pelaku usaha.
“Harus terintegrasi dengan tata ruang, dengan pusat-pusat ekonomi, dan dengan kebutuhan masyarakat. Ini adalah kerja besar yang membutuhkan sinergi semua pihak,” ucap AHY.