Trump Klaim Berhasil Hancurkan Total Dermaga Narkoba di Venezuela

Militer AS meningkatkan tekanan terhadap pelayaran di sekitar Venezuela yang diklaim berkaitan dengan peredaran narkoba. (Anadolu Agency)

Trump Klaim Berhasil Hancurkan Total Dermaga Narkoba di Venezuela

Willy Haryono • 30 December 2025 16:30

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa serangan terbaru Amerika Serikat telah menghancurkan sebuah area dermaga di Venezuela yang diduga digunakan untuk memuat kapal pengangkut narkoba. Trump mengatakan serangan tersebut memicu ledakan besar dan membuat lokasi itu tidak lagi dapat digunakan.

Berbicara kepada wartawan, Trump menjelaskan target serangan merupakan fasilitas pesisir yang dipakai untuk menyiapkan narkotika sebelum dikirim melalui jalur laut.

“Kami menghantam semua kapal, lalu menghantam areanya. Tempat itu sudah tidak ada lagi,” ujar Trump, dikutip dari TRT World, Selasa, 30 Desember 2025.

Trump tidak merinci lembaga AS yang melaksanakan serangan tersebut. Ia hanya menyebut mengetahui pihak yang bertanggung jawab namun memilih tidak mengungkapkannya. Ia juga mengatakan lokasi sasaran berada di sepanjang garis pantai Venezuela.

Ketika ditanya mengenai komunikasi dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Trump menyatakan sempat berbicara dengannya baru-baru ini, namun menilai pembicaraan tersebut tidak menghasilkan kemajuan berarti.

Pernyataan Trump sejalan dengan komentarnya dalam wawancara radio pada Jumat sebelumnya, ketika ia menyebut AS menyerang pabrik besar atau fasilitas besar yang terkait perdagangan narkoba, tanpa mengungkap lokasi secara spesifik. Operasi tersebut berlangsung di tengah peningkatan aktivitas militer AS di kawasan Karibia dan Samudra Pasifik timur sejak September, dengan alasan memberantas peredaran narkotika lintas negara.

Secara terpisah, Komando Selatan Amerika Serikat menyatakan pasukan AS juga menyerang sebuah kapal yang diduga terkait perdagangan narkoba di Samudra Pasifik timur. Serangan itu dilakukan di perairan internasional atas arahan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Dalam pernyataannya, militer AS menyebut dua orang yang diduga terlibat tewas dalam operasi tersebut dan tidak ada personel AS yang terluka. Sementara itu, pemerintah Venezuela mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan pembajakan internasional. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Incar Kartel Narkoba, AS Perluas Operasi Militer ke Amerika Latin

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)