Bacaan Taawuz Lengkap beserta Arti dan Waktu Membacanya

Ilustrasi Medcom.id

Bacaan Taawuz Lengkap beserta Arti dan Waktu Membacanya

Riza Aslam Khaeron • 18 September 2026 07:00

Jakarta: Taawuz merupakan doa untuk memohon perlindungan kepada Allah Swt. dari godaan setan yang terkutuk. Perintah untuk berlindung kepada Allah ini ditegaskan dalam sejumlah ayat Al-Qur'an, salah satunya Surah Fussilat ayat 36. Allah Swt. berfirman:



Wa imm? yanzaghannaka minasy-syaith?ni nazghun fasta'idz bill?h, innah? huwas-sam?'ul-'al?m.

Artinya: "Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (Q.S. Fussilat: 36)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa taawuz bukan sekadar bacaan pembuka sebelum membaca Al-Qur'an. Taawuz adalah benteng yang bisa diucapkan kapan pun seorang muslim merasakan bisikan setan. Ia juga mengandung keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar setiap permohonan hamba-Nya dan Maha Mengetahui apa yang terlintas di dalam hatinya.

Berikut merupakan bacaan taawuz lengkap.
 

Bacaan Taawuz & Artinya

Berikut ini bacaan atau kalimat taawuz lengkap beserta lafal dan artinya:



A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim.

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk."

Pembacaan taawuz menjadi bentuk berserah diri umat muslim kepada Allah agar diberikan perlindungan dari godaan setan dan juga mengakui bahwa tidak ada yang dapat memberi pertolongan kecuali Allah Swt.
 

Waktu yang Tepat Membaca Taawuz

Taawuz tidak hanya dibaca pada saat hendak membaca Al-Qur’an. Taawuz juga dapat dibaca pada waktu tertentu karena setan akan senantiasa menggoda umat muslim agar melakukan hal buruk yang dilarang Allah. Berikut waktu-waktu yang dianjurkan untuk membaca taawuz:

1. Pada Saat Membaca Al-Qur’an

Taawuz dianjurkan sebelum seseorang mulai membaca Al-Qur’an sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Perlindungan ini dimaksudkan agar seseorang dapat membaca Al-Qur’an dengan lebih tenang, khusyuk, dan terhindar dari gangguan setan yang dapat mengganggu konsentrasi maupun ketulusan dalam beribadah.

Allah Swt. berfirman:



Artinya: "Apabila kamu membaca Al-Qur’an, mintalah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk."

Jumhur ulama memahami kata qara’ta dalam ayat tersebut dengan makna "apabila kamu hendak membaca". Karena itu, taawuz dibaca sebelum memulai tilawah, bukan setelah selesai membaca Al-Qur’an.

2. Di Dalam Salat, Setelah Doa Iftitah

Selain sebelum membaca Al-Qur’an di luar salat, taawuz juga terdapat dalam tuntunan salat Nabi. Bacaan ini dilakukan setelah doa iftitah dan sebelum membaca Al-Fatihah atau ayat Al-Qur’an. Taawuz dalam salat menjadi bentuk permohonan perlindungan kepada Allah agar ibadah terbebas dari gangguan setan.

Dalam hadis Abu Sa’id Al-Khudri (H.R. Abu Dawud no. 775 dan Tirmidzi no. 242), disebutkan bahwa ketika Rasulullah berdiri untuk salat malam, beliau bertakbir, membaca doa iftitah, kemudian membaca:



Ulama berbeda pendapat mengenai apakah taawuz dibaca pada setiap rakaat atau cukup pada rakaat pertama:
  • Mazhab Syafi’i: taawuz disunahkan pada setiap rakaat berdasarkan keumuman Q.S. An-Nahl ayat 98.
  • Sebagian ulama lainnya: taawuz cukup dibaca pada rakaat pertama. Salah satu dalil yang digunakan adalah hadis Abu Hurairah (H.R. Muslim no. 599) mengenai Nabi yang ketika bangkit ke rakaat berikutnya langsung melanjutkan bacaan.

3. Saat Marah

Taawuz juga dianjurkan ketika seseorang sedang marah. Dalam kondisi marah, seseorang dapat kehilangan kendali atas ucapan maupun tindakannya. Karena itu, Rasulullah mengajarkan agar orang yang sedang marah berlindung kepada Allah dari godaan setan.

Hal ini terdapat dalam hadis Sulaiman bin Shurad (H.R. Bukhari no. 3282 dan 6115; Muslim no. 2610). Ketika melihat seseorang yang wajahnya memerah karena marah, Rasulullah bersabda bahwa ada sebuah kalimat yang apabila diucapkan, kemarahannya akan hilang, yaitu:



Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."

Hadis tersebut menunjukkan bahwa taawuz dapat menjadi salah satu bentuk zikir yang dianjurkan ketika seseorang sedang mengalami kemarahan.

4. Saat Digoda Setan atau Mengalami Waswas

Taawuz juga dibaca ketika seseorang mengalami gangguan berupa godaan setan atau waswas. Godaan tersebut dapat muncul dalam berbagai bentuk, termasuk pikiran yang mengganggu, keraguan yang berlebihan, atau gangguan ketika sedang beribadah
.
Allah Swt. berfirman dalam Q.S. Al-A’raf ayat 200:



Artinya: "Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

Dalam hadis Abu Hurairah (H.R. Bukhari no. 3276 dan Muslim no. 134), Rasulullah juga mengajarkan agar seseorang yang mendapatkan waswas dari setan untuk memohon perlindungan kepada Allah dan menghentikan pikiran tersebut.

Sementara itu, dalam hadis Utsman bin Abil ‘Ash (H.R. Muslim no. 2203), ia mengadu kepada Rasulullah mengenai gangguan setan ketika salat dan membaca Al-Qur’an. Rasulullah kemudian memerintahkannya untuk bertaawuz kepada Allah dan meludah ringan ke sebelah kiri sebanyak tiga kali.

5. Sebelum Masuk Kamar Mandi atau WC

Taawuz juga terdapat dalam doa yang diajarkan Rasulullah sebelum memasuki tempat buang hajat. Doa ini merupakan permohonan perlindungan kepada Allah dari al-khubuts dan al-khaba’its, yang secara umum dipahami sebagai setan laki-laki dan setan perempuan.

Dalam hadis Anas bin Malik (H.R. Bukhari no. 142 dan Muslim no. 375), disebutkan bahwa Rasulullah membaca:



Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan."

Doa tersebut dibaca sebelum masuk kamar mandi atau WC, sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah ketika memasuki tempat yang secara khusus diajarkan untuk disertai doa tersebut. Demikian bacaan taawuz beserta latin dan artinya.

(Yaumil Tianri Rahmi)

(Riza Aslam Khaeron)