KemenPPPA Terjunkan Tim Trauma Healing untuk Anak Korban Gempa NTT

Menteri PPPA Arifah Fauzi. Metrotvnews.com/ Triawati

KemenPPPA Terjunkan Tim Trauma Healing untuk Anak Korban Gempa NTT

Triawati Prihatsari • 22 August 2026 15:29

Klaten: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menerjunkan tim pemulihan trauma (trauma healing) bagi anak-anak korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri PPPA, Arifah Choiri Fauzi, mengatakan langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

"Teman-teman di dinas sudah melakukan trauma healing untuk anak-anak. Karena anak-anak tampaknya sudah mulai jenuh di tenda pengungsian, sehingga bukan hanya dari KemenPPPA saja, tapi ada dari Kemensos dan BKKBN. Kita bergerak bersama-sama," ujar Arifah di sela kegiatannya di Klaten, Jawa Tengah, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Menurutnya, jumlah korban gempa, khususnya anak-anak dan perempuan, bervariasi di setiap kabupaten. Namun, dampak terparah dilaporkan berada di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.

Terkait penyaluran bantuan logistik, Arifah beserta jajarannya dijadwalkan bertolak menuju NTT pada Senin, 24 Agustus 2026. Bantuan tersebut akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan mendesak bagi perempuan dan anak-anak.

"Insyaallah pada tanggal 24 Agustus kami akan berangkat ke NTT menggunakan pesawat Hercules. Kami berkolaborasi dengan seluruh mitra pembangunan untuk mengantarkan langsung kebutuhan spesifik, khususnya bagi perempuan dan anak yang memang belum sepenuhnya terpenuhi," tuturnya.


Ilustrasi- Anggota DPR RI Fraksi NasDem dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur I, Julie Sutrisno Laiskodat, mendatangi warga terdampak gempa di Kampung Bajo, Desa Tadho. Foto: Istimewa.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa antusiasme penyaluran bantuan dari berbagai pihak ternyata sangat tinggi, sehingga kapasitas angkut pesawat militer harus disesuaikan. Ia berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak.

"Tadinya mau pakai Hercules kecil, tetapi karena respons bantuannya luar biasa, sepertinya diganti dengan pesawat yang lebih besar. Mudah-mudahan melalui kolaborasi ini kita bisa bersama-sama memberikan bantuan untuk saudara kita di sana," pungkas Arifah.

(Lukman Diah Sari)