696 Titik Panas Terdeteksi di Kalsel

Kabut asap mengepung setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan kawasan itu di Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (22/8/2026). (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)

696 Titik Panas Terdeteksi di Kalsel

Whisnu Mardiansyah • 23 August 2026 13:07

Banjarbaru: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 696 titik panas atau hotspot di Kalimantan Selatan berdasarkan pemutakhiran data pada Minggu, 23 Agustus 2026. Sebagian besar titik panas masuk kategori tingkat sedang, sementara 29 titik lainnya terindikasi memiliki tingkat kepastian tinggi.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarbaru, Fitma Surya Arghani, mengatakan dari total 696 titik panas, sebanyak 45 titik berada pada tingkat rendah, 622 titik pada tingkat sedang, dan 29 titik masuk kategori tinggi.

Berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarbaru, evaluasi Fire Weather Index (FWI) di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan didominasi indikator tingkat tinggi atau zona merah. Kondisi tersebut menunjukkan tingkat intensitas api dan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tinggi.

“Data koordinat dan lokasi administratif, sebaran titik panas utama meliputi Kabupaten Banjar 127 titik, Hulu Sungai Selatan (115 titik), Tapin (104 titik), Hulu Sungai Utara (65 titik), Tanah Laut (58 titik), Hulu Sungai Tengah (48 titik), serta Kotabaru 46 titik,” ujar Fitma, seperti dilansir Antara, Minggu, 23 Agustus 2026.
 


Sebaran titik panas juga tercatat di sejumlah daerah lainnya. Kabupaten Balangan dan Tanah Bumbu masing-masing memiliki 33 titik panas, Kota Banjarbaru 28 titik, Kabupaten Barito Kuala 21 titik, dan Kabupaten Tabalong 18 titik.

BMKG membagi tingkat kepastian deteksi titik panas ke dalam tiga kategori. Tingkat 7 dikategorikan rendah dan menjadi indikasi awal peningkatan suhu permukaan. Tingkat 8 masuk kategori sedang, sedangkan tingkat 9 dikategorikan tinggi dengan tingkat kepastian terjadinya karhutla yang sangat tinggi.

Sejumlah titik panas dengan tingkat 9 terdeteksi di Karang Intan, Daha Selatan, Batang Alai Utara, Tapin Selatan, dan Pulau Laut Barat. Adapun titik panas tingkat 8 menjadi kategori yang paling banyak ditemukan dalam pemutakhiran data tersebut.


Upaya pemadaman karhula dengan helikopter water bombing di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat, 21 Agustus 2026. Dokumentasi/ BNPB


Menggunakan Data Satelit

Deteksi titik panas oleh BMKG dilakukan menggunakan sensor Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) dan Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS). Sensor tersebut terdapat pada satelit polar NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA.

Teknologi tersebut digunakan untuk mengidentifikasi anomali suhu permukaan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah di sekitarnya melalui pengamatan pada siang dan malam hari.

Meski demikian, deteksi titik panas memiliki keterbatasan. Hotspot tidak dapat teridentifikasi pada wilayah yang tertutup awan maupun area yang masuk dalam kategori blank zone.

Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat 1.651 kejadian karhutla hingga 21 Agustus 2026. Dari jumlah kejadian tersebut, luas wilayah yang terbakar diperkirakan mencapai 6.905,67 hektare.

(Whisnu M)