Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Simak Perbedaan Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Green 95
Riza Aslam Khaeron • 10 June 2026 14:27
Jakarta: Bagi setiap pengendara, mengisi bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah menjadi bagian dari rutinitas mobilitas sehari-hari.
Jika Anda sering berkunjung ke SPBU milik Pertamina, Anda tentu sudah sangat akrab dengan nama-nama seperti Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Green 95. Ketiganya merupakan varian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin yang ditawarkan oleh BUMN tersebut untuk memenuhi kebutuhan kendaraan di Indonesia.
Meskipun sama-sama berjenis bensin, masing-masing varian ini dirancang dengan karakteristik yang berbeda. Sebagian varian menawarkan efisiensi dari segi biaya, sementara varian lainnya diformulasikan untuk performa mesin yang lebih optimal dan ramah lingkungan.
Lantas, apa saja perbedaan mendasar dari ketiga jenis BBM ini dan bagaimana keunggulan masing-masing? Berikut ulasan lengkapnya.
Apa Itu RON?
Sebelum masuk ke pembahasan inti, perlu dijelaskan apa itu RON. Mengutip laman resmi Shell, Research Octane Number (RON) adalah angka yang menunjukkan kemampuan bahan bakar dalam menahan gejala campuran bahan bakar dan udara terbakar sebelum waktunya di ruang mesin atau yang biasa dikenal dengan istilah knocking (mesin ngelitik).Secara umum, semakin tinggi nilai RON suatu bahan bakar, semakin besar pula kemampuannya untuk menahan tekanan tinggi di dalam silinder mesin tanpa memicu knocking.
Setiap mesin kendaraan memiliki spesifikasi kebutuhan RON yang berbeda-beda. Kendaraan tidak bisa secara acak menggunakan BBM dengan RON yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dari rekomendasi pabrikan.
Bahan bakar beroktan rendah cenderung lebih mudah terbakar di bawah tekanan tinggi, sehingga sangat cocok untuk mesin dengan rasio kompresi rendah. Sebaliknya, mesin dengan rasio kompresi tinggi membutuhkan bensin beroktan tinggi.
Perbedaan Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Green 95
- Nilai oktan: Pertalite merupakan kategori RON 90; Pertamax RON 92; Pertamax Green RON 95
- Status/jenis BBM: Pertalite jenis BBM subsidi, sedangkan Pertamax dan Pertamax Green BBM nonsubsidi
- Harga per liter (Berlaku mulai 10 Juni 2026): Pertalite Rp10.000; Pertamax Rp16.250; Pertamax Green Rp17.000
- Rekomendasi Kendaraan: Pertalite untuk rasio kompresi sekitar 9:1 - 10:1. Sedangkan, Pertamax 9,2:1 - 10:1, dan Pertamax Green 11:1 - 12:1
Pertalite

Dok. Pertamina
Pertalite adalah varian bensin dengan nilai oktan RON 90. Pemerintah secara resmi menetapkan Pertalite sebagai Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) untuk menggantikan Premium (RON 88) dalam upaya menekan kadar emisi gas buang secara bertahap. Ketetapan ini diatur secara hukum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 37.K/HK.02/MEM.M/2022.
Bahan bakar yang identik dengan warna hijau ini memiliki kandungan sulfur di bawah 500 ppm dan diformulasikan agar sesuai dengan karakteristik mayoritas kendaraan yang beroperasi di jalanan Indonesia hari ini.
Pertalite merupakan pilihan paling terjangkau di antara ketiga produk ini. Berdasarkan regulasi dari Kementerian ESDM, harga eceran Pertalite ditetapkan stabil sebesar Rp10.000 per liter sejak penyesuaian terakhir pada 3 September 2022.
Karena memiliki angka oktan paling rendah di kelasnya, Pertalite direkomendasikan khusus untuk kendaraan dengan rasio kompresi mesin di kisaran 9:1 hingga 10:1.
Pertamax
.jpg)
Logo Pertamax. (Dok. Pertamina)
Pertamax pertama kali diluncurkan ke pasar Indonesia pada 10 Desember 1999. Kehadirannya kala itu diproyeksikan sebagai langkah ramah lingkungan untuk menggantikan produk Premix (1994) serta Super TT (1998). Pertamax berada satu tingkat di atas Pertalite dengan nilai oktan RON 92.
Karena statusnya merupakan komoditas BBM nonsubsidi, harga jual Pertamax bersifat fluktuatif karena dievaluasi secara berkala mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia. Per 10 Juni 2026, Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga Pertamax RON 92 dari yang semula Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.
Bensin RON 92 ini sangat direkomendasikan untuk kendaraan modern yang memiliki rasio kompresi mesin antara 9,1:1 hingga 10:1.
| Baca Juga: Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU per 10 Juni 2026 |
Pertamax Green 95

Dok. Pertamina
Pertamax Green 95 hadir sebagai bagian dari inisiatif transisi energi nasional guna mereduksi emisi karbon. Varian bahan bakar ramah lingkungan ini resmi diperkenalkan kepada publik pada tanggal 20 Juni 2023 dan menawarkan nilai oktan sebesar RON 95.
Produk ini dikategorikan sebagai biofuel karena memadukan bensin Pertamax dengan campuran bioetanol sebanyak 5 persen (E5). Zat bioetanol tersebut diproduksi secara alami dari hasil pengolahan molase (tetes) tebu.
Pihak Pertamina menjelaskan bahwa Pertamax Green 95 direkomendasikan bagi kendaraan dengan kriteria 'mesin masa depan', atau mesin dengan Rasio 11:1 – 12:1.
Dari aspek harga, Pertamax Green 95 mengalami penyesuaian dari harga semula Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter mulai tanggal 10 Juni 2026. Nominal tersebut memosisikan Pertamax Green 95 sebagai pilihan bahan bakar paling premium dengan harga tertinggi di kelasnya.
Cara Cek Rasio Kompresi Kendaraan
Mengetahui tingkat rasio kompresi kendaraan Anda sebenarnya cukup mudah. Langkah pertama yang paling praktis adalah dengan membaca informasi spesifikasi mesin yang tertera di dalam buku manual pemilik bawaan kendaraan Anda.Jika buku manual hilang, Anda dapat mencari spesifikasi teknis tipe kendaraan Anda melalui situs web resmi pabrikan. Namun, apabila kedua cara mandiri tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan, Anda bisa langsung menanyakannya kepada teknisi profesional saat melakukan perawatan rutin di bengkel resmi masing-masing merek kendaraan.