Pemadaman darat kebakaran TPA Jatiwaringin, Tangerang, pada Senin (6/7). (DOK BNPB)
Warga di Sekitar TPA Jatiwaringin Minta Direlokasi
Jepri Junaedi • 7 July 2026 14:47
Tangerang: Warga sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, meminta pemerintah merelokasi tempat tinggal mereka. Permintaan itu muncul setelah kebakaran TPA berlangsung selama sepekan terakhir dan menimbulkan dampak asap yang mengganggu aktivitas serta kesehatan warga.
Hingga Selasa, 7 Juli 2026 siang, asap kebakaran TPA Jatiwaringin masih menyelimuti permukiman warga Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Meskipun asap masih cukup tebal, sejumlah warga terlihat nekat beraktivitas seperti biasa dengan menggunakan masker.
Sebanyak 114 warga terdampak terpaksa bertahan di pengungsian. Kualitas udara di permukiman mereka masuk kategori berbahaya.
Warga terdampak menginginkan relokasi tempat tinggal. Dampak pencemaran TPA Jatiwaringin dinilai berbahaya bagi keselamatan mereka. Keberadaan TPA telah lama menimbulkan keresahan, terutama asap kebakaran yang kerap terjadi saat musim kemarau.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan solusi jangka panjang agar masyarakat tidak lagi hidup berdampingan dengan TPA Jatiwaringin.
"Kalau tidak ada penggusuran, kalau tidak ada kompensasi, mending digusur. Terlalu dekat sama permukiman warga. Kalau lagi musim pembakaran pasti asapnya banyak. Kalau musim hujan, selalu ada lalat, bau. Pengennya gitu aja. 100 meter kayaknya ada, soalnya dia pembatas kayak cuma tembok doang. Kalau jalan 100 langkah. Itu yang bikin takut longsor, sampah bertumpuk, takutnya secara tiba-tiba," kata Tausyani.
Kepala Desa Tanjakan Mekar, Uti, mengatakan terdapat sekitar 70 rumah yang ditempati 150 kepala keluarga yang paling terdampak. Menurutnya, langkah relokasi menjadi solusi positif bagi warga agar terhindar dari dampak buruk keberadaan TPA Jatiwaringin.

Personel Manggala Agni melakukan pemadaman darat kebakaran TPA Jatiwaringin, Tangerang, pada Senin (6/7). (DOK BNPB)
"Relokasi pengungsian atau warga memang itu rencana pemerintah, termasuk camat dengan warga kami musyawarahkan. Karena tidak ada solusi, kita relokasi tempat yang layak. Warga RT 14, warga Desa Tanjakan Mekar. Kalau di RT 14 sekitar 150 kartu keluarga," kata Uti.
Memasuki hari kedelapan, proses pemadaman TPA Jatiwaringin masih terus dilakukan petugas gabungan. Dua helikopter water bombing dikerahkan untuk membantu pemadaman dari udara.