Ilustrasi. Foto: dok MI.
IHSG Sesi I Turun ke Level 5.920
Husen Miftahudin • 8 July 2026 12:18
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sesi pertama mengalami penurunan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 8 Juli 2026, IHSG berada di posisi 5.984,182.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 12.05 WIB atau penutupan perdagangan sesi I, IHSG bergerak bergerak turun sebanyak 66,346 poin setara 1,11 persen ke level 5.920,151.
Adapun sebanyak 447 saham emiten melemah pada perdagangan sesi I. Sementara, 197 saham lainnya menguat dan 142 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 12.05 WIB sebanyak Rp5,227 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 12,250 miliar saham.
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
Berpotensi tembus resistance di level 6.050
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyampaikan IHSG berpotensi mencoba menembus resistance di level 6.050. "Hati-hati jika gagal break 6.050, potensi koreksi wajar. Diperkirakan support IHSG 5.900-5.950 dan resist IHSG 6.000-6.050," jelas Fanny dalam risetnya.
Adapun indeks-indeks saham Wall Street kompak turun pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026. Tekanan terbesar dari aksi jual saham-saham AI dan produsen chip, di tengah lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,25 persen. Sementara itu, Nasdaq Composite melemah 1,16 persen dan S&P 500 berkurang 0,45 persen.
Di sisi lain, bursa saham Asia kompak turun pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026, meski proyeksi lonjakan laba kuartalan Samsung Electronics yang didorong tingginya permintaan AI sempat memberikan sentimen positif. Pada saat yang sama, yen Jepang tetap bertahan di dekat level terendah dalam hampir 40 tahun di tengah spekulasi intervensi pemerintah.
Pasar saham Korea Selatan tercatat turun 4,9 persen. Sementara itu, indeks Nikkei 225 melemah 2,12 persen. Selain itu, produsen chip Korea Selatan SK Hynix memulai penawaran saham di AS untuk menghimpun dana sebesar 43 triliun won (USD28,07 miliar). Perseroan dikabarkan telah memperoleh indikasi permintaan hingga USD7 miliar dari investor besar.