Tim Basarnas di lokasi diduga jatuhnya Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport di kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros. MI
Operasi SAR Malam Hari Dilanjutkan untuk Cari Pesawat ATR 42-500
Whisnu Mardiansyah • 17 January 2026 21:48
Makassar: Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, tetap berlanjut meski menghadapi cuaca gerimis dan gelapnya malam. Tim gabungan mengerahkan 400 hingga 500 personel yang disebar di empat titik lokasi berbeda di sekitar Gunung Bulusaraung.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan tim masih akan mengevaluasi kondisi cuaca di lapangan. "Ya, untuk melihat dari cuaca, kami melihat itu sampai saat ini sama Pak Dandim masih di sini. Masih kita gerakkan dulu anggota ke sana, ke kaki gunung Bulusaraung," ujar Andi Sultan dikutip Media Indonesia, Sabtu, 17 Januari 2026.
Ia menambahkan, tim akan terus memantau situasi. "Kalau memang memungkinkan, kita tetap melaksanakan pencarian," lanjut Sultan.
Baca Juga :
Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros Sewaan Patroli Maritim Kementerian Kelautan dan Perikanan
Personel dalam jumlah ratusan tersebut disebar untuk melakukan penyisiran di empat titik lokasi yang menjadi fokus pencarian. Salah satu titik yang digambarkan dengan koordinat berwarna merah pada peta operasi, diperkirakan membutuhkan waktu tempuh sekitar tiga jam perjalanan dari posko utama. Hal ini menunjukkan beratnya medan dan luasnya area pencarian.
Sebelumnya, Basarnas menerima informasi dari Airnav Makassar pukul 13.17 Wita mengenai hilangnya kontak dengan pesawat jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport. Pesawat yang dioperasikan atau disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut dilaporkan membawa 10 orang.
.jpg)