Cuaca Buruk, Pendaratan dan Penerbangan di Bandara Soetta Dialihkan

Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir

Cuaca Buruk, Pendaratan dan Penerbangan di Bandara Soetta Dialihkan

Hendrik Simorangkir • 12 January 2026 15:58

Tangerang: AirNav Indonesia mengalihkan dan membatalkan pendaratan sejumlah penerbangan tujuan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten akibat hujan yang mengguyur sejak Senin pagi, 12 Januari 2026. Tindakan ini diambil sebagai bagian dari prosedur keselamatan penerbangan yang harus dijalankan petugas Air Traffic Controller (ATC).

"Langkah ini adalah bagian dari layanan navigasi yang harus kami lakukan, mengacu pada kondisi cuaca buruk yang berisiko terhadap keselamatan penerbangan. Semua dilakukan berdasarkan aturan dan ketentuan, serta dengan satu alasan, yaitu utuk keselamatan penerbangan," ujar EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, berdasarkan keterangan resmi, Senin, 12 Januari 2026.

Hermana menuturkan, perubahan pelayanan navigasi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta ini terjadi pada periode pukul 05.00-10.00 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah bandara dan sekitarnya. Situasi tersebut menyebabkan peningkatan pergerakan pesawat yang melakukan pembatalan pendaratan (go-around) dan pengalihan pendaratan ke bandara alternatif (divert).
 


"Pada periode tersebut, jarak pandang (visibility) di semua landasan pacu yang ada di Soekarno-Hatta, tercatat berada di bawah 1.000 meter, yang merupakan batas minimum prosedur pendaratan bagi pesawat. Kalau dipaksakan untuk terus mendarat, itu sangat membahayakan. Karena itu, kondisi ini mengakibatkan terjadinya penumpukan lalu lintas kedatangan (arrival traffic) di wilayah udara Jakarta," jelas Hermana.

Hermana menjelaskan bahwa petugas ATC mengatur pesawat untuk melakukan holding di area atau pola yang telah ditetapkan, sebagai bagian dari prosedur keselamatan penerbangan. Durasi holding berkisar antara 40 menit hingga 1 jam, dengan sekitar 15 pesawat yang terlibat.

"Tercatat 16 pesawat diarahkan untuk melakukan divert ke bandara alternatif. Tujuan divert antara lain ke Palembang sebanyak dua pesawat, kemudian ke Semarang sebanyak tiga pesawat, Halim Perdanakusuma tiga pesawat), Tanjung Pandan satu pesawat, Pangkalpinang satu pesawat, Solo dua pesawat, Yogyakarta International Airport/YIA 4 pesawat, dan Jambi 1 pesawat," jelas Hermana.


Sejumlah titik genangan air terjadi di akses menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (Dok: Polresta Bandara Soekarno-Hatta:)


Menurut Hermana, prosedur go-around, holding maupun divert, merupakan bagian dari prosedur keselamatan penerbangan yang baku dan diterapkan apabila kondisi cuaca atau faktor operasional tidak memenuhi standar keselamatan. Kendati demikian, keputusan akhir tetap menjadi kewenangan pilot.

"Sementara petugas ATC memberikan informasi cuaca, kondisi lalu lintas, serta clearance sebagai rekomendasi guna memastikan separasi pesawat tetap aman," kata Hermana.

Seluruh prosedur tersebut berdasarkan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, serta regulasi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), termasuk Annex 2 dan Annex 6 dan CASR yang berlaku di Indonesia. Seluruh aturan menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama dan Pilot in Command memiliki kewenangan mengambil keputusan demi keselamatan penerbangan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)